Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menjaga Napas saat Bisnis Properti Mulai ”Sesak”

R
Penulis: Rommy Delfiano❯
Rommi Delfiano
Rommi Delfiano

Advertisement

Catatan : Rommi Delfiano - Wartawan Padang Ekspres

Pada 4 Mei 2026 menjelma menjadi lonceng berdenging kencang. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi bukan sekadar perubahan angka di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Namun, dengingnya merambat sampai jauh. Membuka kotak pandora menyisakan berbagai malapetaka dan kesengsaraan.

Bak antrean, kenaikan harga BBM nonsubsidi bukan hanya meningkatkan biaya kendaraan di jalanan. Namun, menjalar ke dapur rumah tangga, biaya pembangunan, dan harga properti. Semuanya seakan sepakat naik. Terkadang di luar nalar. Ke semuanya bermuara pada biaya terus membengkak.  

Advertisement

Kondisi ini jelas menjadi pukulan berat. Bukan hanya masyarakat kecil, namun juga pengusaha. Termasuk, keinginan pasangan muda yang ingin memiliki rumah. Boro-boro membeli rumah, memikirkan biaya keseharian saja sudah keteteran. Apalagi, biaya membangun maupun membeli rumah terlanjur melambung.

Khusus Padang, harga rumah baru kelas menengah sederhana di kisaran Rp 400–700 jutaan. Sedangkan tren harga rumah naik sekitar 11% menurut data listing properti terbaru. Harga tengah rumah berada di sekitar Rp 1,1 miliar. Dengan upah minimum provinsi (UMP) Sumbar tahun 2026 sekitar Rp 3,18 juta per bulan, praktis hampir pasti membutuhkan KPR jangka panjang membeli rumah Rp 700 juta ke atas. 

Kenaikan signifikan bahan bangunan ini sudah terlihat semester II 2025 lalu. Riset Pinhome membeberkan kenaikan harga bahan dasar seperti baja, alumunium, kerikil, dan pasir batu, serta tarif logistik dipicu perang dagang AS. Kondisi ini membuat penambahan inventori (persediaan) rumah baru menurun 30%.

Advertisement

Kondisinya bertambah berat pascakonflik global perang Iran vs Amerika dan Israel. Paling terganggu, tentunya pasokan minyak dunia. Otomatis, ongkos transportasi material naik, biaya distribusi semen/besi naik, dan biaya produksi pabrik ikut naik. Belakangan, nilai tukar rupiah ikut tertekan. Hal ini memicu bahan impor jadi lebih mahal, alat konstruksi dan material tertentu ikut naik harga.

Kenaikan harga bahan bangunan ini salah satu “penyakit kronis” bisnis properti. Ketika harga semen, baja, pasir, besi, dan ongkos angkut naik, dampaknya langsung merambat ke developer, kontraktor, hingga pembeli rumah. Mengingat, material bangunan ini menyumbang porsi besar dari biaya proyek properti.

Misalnya rumah tapak, biaya material bisa mencapai 20–30% dari harga jual properti.  Artinya ketika harga bahan naik 10–40%, margin developer otomatis tergerus. Mirisnya, kondisi ini dihadapkan pada melemahnya daya beli. Banyak orang merasa “rumah makin mahal”, padahal secara data nasional kenaikannya justru melambat.

Data Bank Indonesia memperlihatkan kenaikan harga properti residensial (hunian) nasional hanya sekitar: rumah kecil: ±0,76%, rumah menengah: ±1,12%, dan rumah besar: ±0,72%. Jadi, sebenarnya banyak pelaku bisnis properti sekarang bukan untung besar, sebaliknya sedang menjaga napas supaya proyek tetap jalan. (***)

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ketika Hukum Datang Setelah Luka Membesar

Ketika Hukum Datang Setelah Luka Membesar

LEDAKAN bom rakitan di MAN 3 Padang pada 14 Juli 2026 mungkin hanya berlangsung sekejap.

Pemprov Sumbar Bergerak Cepat Tangani ABH Kasus MAN 3 Padang, Susun Rehabilitasi Terpadu Lintas Sektor

Pemprov Sumbar Bergerak Cepat Tangani ABH Kasus MAN 3 Padang, Susun Rehabilitasi Terpadu Lintas Sektor

Pemprov Sumbar bergerak cepat menangani kasus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) terkait peristiwa di MAN 3 Pa­dang,

Sempat Diisukan Mundur, Jampidsus Pilih Bertahan, Pasca Temuan Uang serta 74 Kg Emas

Sempat Diisukan Mundur, Jampidsus Pilih Bertahan, Pasca Temuan Uang serta 74 Kg Emas

Aksi penggeledahan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri bersama Polda Metro Jaya di sejumlah lokasi menyeret nama Jampidsus

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer