Peristiwa alam yang jarang terjadi tersebut sempat mengejutkan warga setempat meski berlangsung singkat.
Hujan es yang turun hanya berlangsung sekitar lima menit. Butiran es yang jatuh berukuran kecil, menyerupai batu kerikil.
Salah seorang warga, Fitra Mulia (40), mengatakan suara benturan es cukup terdengar saat mengenai atap rumah dan kendaraan warga.
“Kejadiannya tidak lama, paling lima menit dan ukuran es sekira batu kerikil, namun cukup bergemuruh saat jatuh di atap rumah dan mobil warga,” kata Fitra Mulia, warga Permata Surau Gadang Kota Padang yang saat itu sedang berlebaran di kampung istrinya.
Terjadi Kembali di Kawasan Matur
Fenomena hujan es tersebut bukan pertama kali terjadi dalam beberapa hari terakhir di kawasan Kecamatan Matur. Sebelumnya, hujan es juga dilaporkan terjadi di wilayah yang sama pada Rabu (18/3/2026).
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga karena termasuk fenomena cuaca yang jarang terjadi di daerah tersebut.
BPBD Agam Terima Laporan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam Rahmad Lasmono mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian hujan es yang terjadi di Nagari Matua Mudiak.
Namun hingga saat ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat fenomena tersebut.
“Hingga saat ini belum ada laporan adanya kerusakan yang ditimbulkan akibat hujan es ini,” ujar Rahmad.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Meski tidak menimbulkan kerusakan, BPBD Agam mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Rahmad menyebut hujan es yang disertai curah hujan tinggi berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir maupun tanah longsor.
“Kami mengimbau masyarakat dan pengendara yang melintas untuk selalu waspada mengingat potensi curah hujan tinggi masih terjadi di sekitar lokasi,” katanya.
BPBD Agam juga mengingatkan warga agar terus memantau kondisi cuaca dan tetap berhati-hati saat beraktivitas, terutama di wilayah yang rawan terdampak hujan dengan intensitas tinggi.(*)
Editor : Hendra Efison