Langkah ini dilakukan dengan penguatan stok di SPBU terdekat guna menjaga pasokan bagi masyarakat.
Pertamina mencatat peningkatan antrean di sejumlah SPBU sebagai dampak berhentinya operasional SPBU 14.264.574. Kondisi tersebut menyebabkan peralihan konsumen ke SPBU lain yang masih beroperasi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan distribusi energi serta memastikan ketersediaan stok.
Antrean Meningkat, Stok Diperkuat
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina melakukan penguatan stok di SPBU 14.264.527 yang berada paling dekat dengan SPBU yang tidak beroperasi.
Saat ini, ketersediaan BBM jenis gasoline di SPBU tersebut mencapai 19,6 kiloliter, sementara produk gasoil tersedia sebanyak 8,6 kiloliter.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meski terjadi gangguan operasional di salah satu titik distribusi.
Koordinasi dengan Pengelola SPBU
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU 14.264.574 agar operasional dapat segera kembali normal. Upaya ini dilakukan guna mengurangi beban antrean di SPBU lain dan menjaga kelancaran distribusi energi.
Fahrougi menegaskan, penguatan distribusi dan pengawasan stok menjadi prioritas agar layanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Distribusi BBM Tetap Terjaga
Meski terjadi kendala operasional di salah satu SPBU, Pertamina memastikan distribusi BBM di wilayah Lubuk Basung tetap berjalan dengan baik.
Perusahaan terus melakukan langkah antisipatif agar pasokan energi tetap aman dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi selama periode tersebut.(*)
Editor : Hendra Efison