Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aliansi 4 Negara Muslim: Mungkinkah?

Tandri Eka Putra
Penulis: Tandri Eka Putra❯
Aliansi 4 Negara Muslim: Mungkinkah?
Aliansi 4 Negara Muslim: Mungkinkah?

Advertisement

 

Oleh Shofwan Karim

(Pengamat, Penulis Esai dan Dosen Pascasarjana UM Sumbar)

Advertisement

 

PADEK.JAWAPOS.COM- Gelombang konflik di Timur Tengah kembali memuncak setelah serangan udara Israel ke Doha, Qatar (September 2025) dan serangan gabungan AS–Israel ke Iran (Februari2026). Dua peristiwa ini menjadi titik balik yang mengguncang arsitektur keamanan regional. Empat negara besar Muslim—Pakistan, Mesir, Turkiye, dan Arab Saudi—mulai menghitung ulang strategi pertahanan mereka.

Aliansi yang digagas disebut mirip dengan NATO, denganprinsip collective defense: serangan terhadap satu anggotadianggap serangan terhadap semua. Keempat negara inimemiliki bobot besar. Populasi gabungan 500 juta jiwa, PDB total USD 3,87 triliun, serta kombinasi kekuatan nuklirPakistan, dana Saudi, militer Mesir, dan industri pertahananTurkiye.

Advertisement

Pertemuan menteri luar negeri di Antalya Diplomacy Forum (April 2026) menegaskan keseriusan pembahasan. Latihan militer gabungan Mesir–Pakistan, inisiasi persiapan semakinintensif. Ini menjadi tanda bahwa ide ini bukan sekadarwacana. Apa tujuan aliansi, bagaimana respon Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan negara lain, tantangan, masalahdan bagaimana prospeknya?

Tujuan Aliansi

Seruan untuk membentuk aliansi pertahanan bersama negara-negara Muslim makin menguat menyusul serangan Israel kesebuah kompleks perumahan di Doha yang menewaskan lima anggota Hamas dan seorang petugas keamanan Qatar di ujungtahun lalu.

Dalam pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Qatar pada Senin (15/9/2025), Mesir dan Iran tampil di garis depan mendorong lahirnya pakta militer mirip NATO di kawasan Timur Tengah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dwi Soetjipto: AI hingga Geopolitik Ubah Peta Persaingan Industri Semen

Dwi Soetjipto: AI hingga Geopolitik Ubah Peta Persaingan Industri Semen

Dwi Soetjipto menilai AI, geopolitik, volatilitas ekonomi, dan tuntutan stakeholder mengubah peta persaingan industri semen nasional secara signifikan

Pesta Simbolik: Strategi Bertahan Dua Imperium

Pesta Simbolik: Strategi Bertahan Dua Imperium

Trump-Xi di Beijing jadi panggung diplomasi simbolik di tengah rivalitas Iran, Taiwan, dagang, dan masa depan geopolitik dunia.

Fatamorgana Damai di Padang Perang

Fatamorgana Damai di Padang Perang

Fatamorgana Damai di Padang Perang mengulas rapuhnya harapan damai AS, Israel, dan Iran di tengah konflik berkepanjangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer