Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

KWT Gunung Padang Berhasil Bersih, Hendri Septa: Bukan Kerja Mudah

Tandri Eka Putra • Senin, 18 November 2024 | 11:30 WIB
TURUN LANGSUNG: Hendri Septa ikut turun tangan membersihkan Batang Arau saat jadi wali kota Padang pada periode lalu. (DOKUMENTASI TIM HENDRI SEPTA)
TURUN LANGSUNG: Hendri Septa ikut turun tangan membersihkan Batang Arau saat jadi wali kota Padang pada periode lalu. (DOKUMENTASI TIM HENDRI SEPTA)

PADEK.JAWAPOS.COM-Gunung Padang kini menjadi salah satu destinasi wisata alam yang semakin diminati. Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang dan kawasan Muaro Batang Arau terlihat lebih bersih, rapi dan indah.

“Bersih dan indah, sejak wali kota Padang dijabat Hendri Septa.
Beliau terus mewanti-wanti jajarannya rutin goro di kawasan ini, lewat Program Bagoro. Kami merasa senang,” kata Adi, warga setempat, belum lama ini.

Dia mengaku, kalau warga hanya yang goro tidak akan bisa sebersih dan serapi sekarang. Soalnya kawasan itu “terlalu berat” bagi warga. Tumpukan sampah hingga bangkai kapal atau perahu. Jadi butuh perhatian lebih aparat pemerintah dan lainnya.

Dan Hendri Septa meresponsnya. Hampir tiap minggu goro di sina, melibatkan berbagai pihak. Sudah bersih, diberi pula sentuhan seni sehingga kawasan Gunung Padang dan Muara Batang Arau menjadi indah sekaligus menjadi magnet menarik pengunjung dan wisatawan datang ke sana.

KWT Gunung Padang merupakan desa wisata yang berada di Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Desa wisata KWT Gunuang Padang memiliki ikon pariwisata Gunung Padang yang masuk dalam kawasan wisata terpadu yang terintegrasi dengan Pantai Padang, Pantai Air Manis, Pelabuhan Muaro Batang Arau dan Gunung Padang.

Salah satu inovasi yang paling menonjol yakni, pengembangan KWT Gunung Padang yang berkorelasi erat dengan wisata ekonomi 11 kampung tematik. Programnya lebih menekankan pada kerja kolaborasi lintas sektor.

Sejak 2021, capaian pembangunan KWT Gunung Padang ini, terus menunjukkan tren positif. Pada 2021, terealisasi 42 persen, 60,1 persen pada 2022, dan 77,07 persen pada 2023. Pada 2024 ini telah mencapai 127,3 persen.

Gunung Padang dan Batang Arau memang menjadi atensi dan prioritas utama Pemerintah Kota Padang kepemimpinan Hendri Septa. Ia menginginkan Padang Bagoro menjadi budaya warganya. Terlebih lagi dari konsep yang ia gagas, akan membentuk jalinan kebersamaan yang kuat.

Penataan kawasan terpadu juga memberikan hasil berupa Juara I Lomba Toilet Bersih di Masjid pada Kawasan Daya Tarik Wisata Unggulan (DTWU) diberikan kepada Masjid Al Hakim dari Dinas Pariwisata Sumbar.

Juara I Lomba Toilet Bersih di Rumah Makan pada DTWU diberikan kepada Rumah Makan Old Town dari Dinas Pariwisata Sumbar dan Juara II Lomba Toilet Bersih di Masjid pada Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang dari Dinas Pariwisata Sumbar.

Goa Kelelawar

Siapa sangka sebuah kawasan di Padayo Indarung yang dulu jarang diketahui banyak orang, kini menjadi populer sejak hadirnya wisata Geosite Goa Kelelawar Padayo, yang berada di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan. Diresmikan Hendri Septa saat menjabat wali kota Padang pada 12 Mei 2024 lalu.

Hadirnya wisata alam itu dan telah dilakukannya sejumlah perbaikan infrastruktur pendukung, sebagai bentuk dukungan Hendri Septa terhadap pariwisata. Keberadaan Goa Kelelawar Padayo tersebut juga turut menambah rentetan objek wisata yang harus dikunjungi ketika datang ke Kota Padang.

Kini masyarakat di Padayo merasakan betul dampak dari adanya wisata alam Goe Kelelawar tersebut. Romi, 32, yang merupakan pedagang di kawasan wisata Geosite Goa Kelelawar Padayo menceritakan sejak hadirnya wisata tersebut telah membuat perekonomian keluarganya terbilang stabil.

“Saya buka tempat berdagang di sini semenjak adanya wisata Goa Kelelawar. Saya jual gorengan, air mineral, nasi goreng, mie instan, dan lainnya. Alhamdulillah, dengan banyaknya pengunjung, barang dagangan saya banyak yang terjual,” katanya.

Menurutnya sejak Pemko Padang bersama Semen Padang meresmikan wisata alam di Padayo itu, banyak orang yang berkunjung. Hari Senin-Jumat itu paling sedikit yang berkunjung itu 100 orang, dan momen hari Sabtu-Minggu itu paling sedikit 300 orang.

“Kalau satu orang saja belanja di kawasan wisata ini Rp 25.000 dengan jumlah kunjungan 100 orang, maka uang yang berputar itu Rp 2,5 juta. Bagi kami ini, per hari saja transaksinya Rp 2,5 juta itu, sangat membantu perekonomian keluarga,” jelasnya.

Tidak hanya dari sisi pedagang yang merasakan betul adanya kepedulian Hendri Septa terhadap Goa Kelelawar itu, tapi Pokdarwis Padayo itu juga mengaku sangat terbantu, karena wisata Padayo terpromosi dengan baik.

Ari, 39, yang dipercaya mengurus parkir kendaraan menceritakan tarif karcis bagi pengunjung yang hendak masuk ke kawasan wisata Goa Kelelawar itu, untuk dewasa Rp10.000 dan anak-anak Rp5.000 per orang.

“Jadi hadirnya perhatian pemerintah yakni Hendri Septa yang ketika itu menjadi wali kota Padang, kami sangat terbantu, mulai dari promosinya hingga menggandeng Semen Padang agar Padayo turut dibantu, agar sarana dan prasarana wisata Padayo tersiapkan dengan baik,” ucap Ari.

Hendri Septa ketika ditanyakan pendapatnya tentang perkembangan Goa Kelelawar, merasa senang. “Alhamdulillah, saya sudah kunjungi beberapa hari lalu dan bertemu Pokdarwis,” sebutnya.

Ia menceritakan itu merupakan bagian dari konsep membangun perekonomian berdasarkan potensi yang ada di masing-masing kecamatan.

“Kita akan lanjutkan di kecamatan-kecamatan lainnya di Kota Padang. Kita akan minta setiap camat merumuskan bersama masyarakat potensi yang akan dikembangkan,” sebutnya. (cr2)

Editor : Novitri Selvia
#Program Bagoro #hendri septa #Goa Kelelawar #gunung padang #muaro batang arau