Informasi yang dihimpun, bencana longsor melanda kawasan Bukik Apik, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak. Material longsor dilaporkan menutup ruas jalan alternatif Padangpariaman-Bukittinggi via Malalak itu.
Sedangkan insiden pohon tumbang terjadi di wilayah Dusun Tigoalai, Jorong Anakaia Dadok, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung. Material pohon dikabarkan menimpa satu unit rumah warga dan kabel listrik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Syafrizal mengatakan, rentetan peristiwa itu diawali dengan pohon tumbang. Tidak ada korban jiwa dari serangkaian bencana tersebut.
“Pohon yang tumbang sejenis pohon sawit. Kejadiannya sore sekitar pukul 15.00 itu, namun kita baru mendapat informasi jelang waktu Maghrib,” kata Syafrizal.
Pohon tumbang menimpa kediaman warga bernama Zulkifli, 51 tahun. Rumah yang dihuni bersama istri dan lima anaknya itu mengalami kerusakan sedang di bagian atap dan dinding rumah. Selain itu, pohon tumbang juga menimpa kabel jaringan listrik PLN.
Satgas dan Pusdalops PB BPBD Agam sebut Kabid sudah turun ke lokasi dan sempat melakukan pembersihan material pohon tumbang sesaat usai menerima laporan. Namun urung tuntas, lantaran cuaca di lapangan masih hujan.
“Mengingat keselamatan petugas dan setelah dilakukan koordinasi dengan wali nagari dan pemilik rumah, maka penanganan dilanjutkan pagi ini dan sudah selesai,” tuturnya.
Untuk bencana longsor imbuh Kabid, pihaknya menerima informasi dari Staf Kecamatan Malalak terjadi sekitar pukul 07.00. Material longsor menimpa badan jalan sepanjang 15 meter dengan ketinggian mencapai 30 sentimeter.
“Jalur di Malalak sempat ditutup mengingat kondisi di lapangan saat pembersihan. Kondisi saat ini alat berat masih bekerja melakukan finishing di lapangan,” katanya.
Namun begitu, jalur alternatif tersebut sudah bisa dilalui kendaraan pada pukul 11.00. Pengendara sudah dapat melintas dari dua arah, baik dari Bukittinggi maupun Padangpariaman.
“Ya, kondisi jalan sudah normal. Ada dua unit alat berat yang diturunkan, masing-masing satu unit backhoe loader dan satu unit loader dari Dinas PU Provinsi,” jelasnya.
Meski sudah bisa dilalui, pengendara yang melintas jalur di titik longsor itu tetap diminta hati-hati. Selain kekhawatiran adanya potensi longsor susulan, kondisi jalan masih bertanah dan licin.
Ia juga mengimbau masyarakat pengguna jalan supaya tetap waspada saat melintas di jalur yang berbukit. Pasalnya, kontur wilayah Agam sangat rentan dengan bencana alam.
“Akhir-akhir ini curah hujan di Agam memang cukup tinggi, sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan siaga. Apalagi daerah ini rentan bencana seperti banjir dan longsor plus pohon tumbang,” tutupnya. (ptr) Editor : Novitri Selvia