Kepala Resor KSDA Maninjau, Ade Putra membenarkan adanya konflik gangguan satwa tersebut. Konflik satwa tersebut katanya, sudah diteruskan ke tim Wildlife Resque Unit (WRU) BKSDA Sumbar untuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
“Kita sudah menerima laporan dari pengelola tambak yang dimasuki buaya dan telah diteruskan ke tim WRU Sumbar untuk ditindaklanjuti,” kata Ade, kemarin (6/7).
Buaya lanjutnya, dilaporkan memasuki area tambak yang dikelola Rika Rahim Cs. Sesuai laporan yang diterima, kemunculan buaya terlihat pada awal pekan lalu. Namun kuat dugaan satwa reptil itu sudah lama masuk ke tambak tersebut.
Sementara itu, Wali Nagari Tiku Selatan Ismardi mengaku, lokasi tambak memang berdekatan dengan habitat buaya yang berjarak hanya sekitar 12 meter. Pihaknya telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar waspada dan berhati-hati saat berada di kawasan tersebut.
Lebih mengkhawatirkan, kata dia, lokasi tambak dan habitat buaya di sana juga berdekatan dengan bangunan sekolah SDN 12 Batang Tiku. Buaya juga kerap terlihat keluar habitatnya dan mendekati pekarangan sekolah.
Di sekolah ini, pihaknya berencana akan memagari lokasi untuk mengantisipasi terjadinya hal yang membahayakan.
“Kita imbau juga para guru dan orangtua agar mengawasi anak-anaknya. Kita berencana akan memagari lokasi tersebut untuk mencegah agar anak-anak tidak pergi ke belakang sekolah yang merupakan habitat buaya,” kata dia. (ptr) Editor : Novitri Selvia