Bupati Agam Andri Warman mengatakan, pandemi Covid-19 secara tidak langsung telah berdampak terhadap perekonomian masyarakat kawasan pantai. Khusus masyarakat pesisir, hasil tangkapan nelayan menurun, sektor kepariwisataan sepi akibat pembatasan.
Untuk itu, kedua sektor tersebut harus kembali digenjot. Di sektor perikanan, pihaknya menyalurkan sejumlah sarana prasarana perikanan dan bantuan rehab pasar ikan dan unit pengolahan ikan.
“Saya menyadari, nelayan yang paling merasakan dampak Covid-19 adalah nelayan tradisional atau nelayan tangkap. Untuk itu pemerintah daerah harus menstimulus agar ekonomi kembali bangkit,” ujar Andri.
Selain sektor perikanan, ekonomi masyarakat pesisir juga dapat digenjot melalui sektor kepariwisataan. Sehingga bupati menginginkan 2023 rencana pembangunan masjid berkubah merah di Tiku harus terealisasikan.
Menurutnya, keberadaan masjid yang ikonik akan dapat menggaet wisatawan lebih banyak. Andri mencontohkan Masjid Raya Sumbar, Masjid Al Hakim di Pantai Muaro Padang dan Masjid terapung di kawasan Pantai Carocok.
“Ada beberapa masjid yang menjadi ikon di Sumbar. Kini kita buat masjid berkubah merah di Agam. Insya Allah akan menjadi ikon wisata kita. Jika wisata bangkit ekonomi otomatis bangkit,” tuturnya.
Untuk memperkuat kedua sektor tersebut, Andri berharap terwujudnya sinergitas yang baik antara pemerintah daerah dengan masyarakat kawasan pesisir.
“Harapan kita bersama adalah selain pendapatan utama dari melaut, ekonomi masyarakat juga akan meningkat melalui di sektor pariwisata, ini tentu membutuhkan sinergitas kita bersama,” simpulnya. (ptr) Editor : Novitri Selvia