Panitia Pelaksana yang juga Ketua Lembaga Didikan Subuh (LDS) Kecamatan Lubukbasung, Indra Asmara menyebut pawai obor yang dilepas Bupati Agam ini diikuti sekitar 1.500 santriwan dan santriwati.
“Jumlah ini sedikit berkurang dibanding beberapa tahun lalu yang mencapai 5.000 orang,” katanya
Para santriwan dan santriwati yang mengikuti pawai lanjutnya, berasal dari TPQ, TPA, Rumah Tahfidz se Kecamatan Lubuk Basung.
“Meski jumlahnya berkurang, kami berharap kegiatan malam ini bisa kembali menggeliatkan pawai obor yang sempat terhenti akibat pandemi,” katanya.
Sementara itu, Bupati Agam H Andri Warman saat melepas arakan pawai obor menyebut, kegiatan ini merupakan tradisi masyarakat yang dipertahankan setiap tahunnya. Tujuannya memperkuat tali silaturahmi antarwarga.
“Kegiatan ini merupakan tradisi yang terus dipertahankan warga. Namun dua tahun terakhir vakum akibat Covid-19. Ini perdana saya melepas setelah jadi bupati,” tuturnya.
Menurutnya, pawai obor dalam rangka menyambut tahun baru Islam ini sesuai dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
“Mudahan-mudahan pawai obor ini membuat kita selaku muslim terus mengisi pergantian tahun Islam dengan kegiatan positif,” katanya.
Bupati Agam juga memberi apresiasi yang tinggi kepada panitia pelaksana, terutama para santriwan dan santriwati yang mengikuti pawai obor.
“Kepada anak-anak kita yang pawai, kita bangga karena bersemangat ikut pawai, kepada orang tua mari kita dukung terus anak-anak kita,” tuturnya.
Diketahui, arakan-arakan pawai obor dimulai dari halaman Masjid Agung Nurul Falah dan finish di GOR Rang Agam. Kegiatan ditutup dengan tausiah atau siraman rohani oleh Ustadz Rusli Tuanku Labai Basa.
Ratusan masyarakat juga tampak mengerumuni lokasi pelepasan arakan pawai persisnya di jalan protokol di depan Masjid Agung Nurul Falah. Masyarakat yang hadir terdiri dari anak-anak, remaja dan orang dewasa.(*) Editor : Hendra Efison