Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, bencana banjir, longsor dan pohon tumbang tersebar di dua wilayah kecamatan. Serangkaian bencana itu dipicu cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda daerah tersebut sejak sore kemarin.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Ichwan Pratama Danda mengatakan, longsor terjadi di Jorong Muaro, Nagari Kototabang, Palupuah, sekitar pukul 17.00. Material longsor menimpa satu warga bernama Asmayeti, 50, yang sedang menunggui padinya di sawah.
“Korban di sawah sedang menunggui padi, lalu tebing di dekat sawah korban longsor dan nahasnya material longsor tepat jatuh menimpa korban. Korban tertimbun dan baru berhasil ditemukan dan dievakuasi sekitar pukul 17.30 dalam kondisi sudah meninggal dunia,” katanya.
Setengah jam berselang lanjutnya, giliran banjir bandang yang melanda wilayah Jorong Sungairangeh, Nagari Bayua, Tanjungraya. Material banjir berupa kayu dan batu menutupi akses jalan sepanjang 80 meter dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter.
Akibatnya, akses jalan tidak bisa dilewati kendaraan. Hingga pukul 20.00, banjir bandang masih terpantau menerjang dan berpotensi berdampak ke perumahan warga.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari. Upaya pembersihan material banjir ini rencananya akan kita lakukan besok,” katanya.
Mengingat curah hujan belum reda, ia mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk selalu waspada. Bila perlu mengungsi terlebih dahulu ke tempat yang lebih aman.
Selain longsor dan banjir, insiden pohon tumbang juga dilaporkan terjadi ruas Kelok 44, tepatnya di tikungan 3 pada pukul 19.30. Material pohon menutupi sebagian jalan di tikungan 3.
Kasubsi Penerangan Masyarakat (Penmas) Humas Polres Agam, Bripka Riqul Sikumbang mengatakan, personel Satlantas Polres Agam telah turun ke TKP pohon tumbang membantu mengevakuasi material pohon dari badan jalan.
“Saat ini evakuasi material pohon sedang diupayakan, nanti kita informasikan lagi jika sudah selesai. Di samping itu, Kasat Samapta Polres Agam AKP Dedi Kurnia juga sudah berada bersama tim di lokasi banjir bandang di Bayue saat ini,” katanya.
Rombongan Samapta lanjut Riqul, turun untuk membantu mengevakuasi masyarakat di sekitar lokasi banjir yang bermukim di tempat rawan ke tempat lebih aman sementara. Sebab hujan masih mengguyur, sehingga dikhawatirkan terjadi bencana longsor yang berpotensi menimpa permukiman mereka. (ptr) Editor : Novitri Selvia