Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bukittinggi-Padang via Malalak Macet Parah: Volume Kendaraan Padat, Jalan Sempit dan Buruk

Rian Afdol • Senin, 24 Juni 2024 | 11:41 WIB

PADAT: Sejumlah kendaraan terjebak macet di jalur alternatif Bukittinggi-Padang via Malalak, di Nagari Kototuo Kecamatan Ampekkoto, Minggu (23/6).(RIAN AFDOL/PADANG EKSPRES)
PADAT: Sejumlah kendaraan terjebak macet di jalur alternatif Bukittinggi-Padang via Malalak, di Nagari Kototuo Kecamatan Ampekkoto, Minggu (23/6).(RIAN AFDOL/PADANG EKSPRES)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kondisi jalan alternatif Bukittinggi-Padang via Malalak alami kemacetan parah, Minggu (23/6). Kemacetan terjadi di banyak titik dari simpang Padanglua hingga simpang Malalak. Akses jalan yang sempit dan buruk juga memaksa kendaraan merayap dengan lambat.

Pantauan Padang Ekspres ratusan kendaraan roda empat, termasuk truk dan mobil bervolume besar lainnya, terjebak macet dan mengular dari simpang Padanglua hingga simpang Malalak di Nagari Kototuo, Kecamatan Ampekkoto, kemarin. 

Kondisi ini sangat dikeluhkan pengguna jalan karena membuat waktu tempuh menjadi semakin panjang dan tentunya sangat mengganggu kenyamanan di jalan. Memaksakan buru-buru, justru membuat potensi kecelakaan kian tinggi.

“Pertama tentu kondisi macet dan jalan yang sempit serta berlubang sangat mengganggu kenyamanan, setelah itu potensi kecelakaan semakin besar,” ujar Khairul Ardi, salah seorang pemotor di jalur tersebut.

Menurutnya, kondisi ini menyebabkan waktu tempuh menjadi semakin panjang dan penguna jalan harus menyesuaikan. Kondisinya bisa semakin buruk jika terjadi hujan yang juga berpotensi memicu longsor, mengingat jalur Malalak sendiri juga kerap terjadi longsor. 

Jika di waktu normal, kata dia, hanya butuh waktu tempuh paling lama tiga jam mengunakan kendaraan roda dua untuk melintasi jalur alternatif Padang-Bukittinggi via Malalak. Namun ketika menemui macet, bisa-bisa menghabiskan waktu empat hingga lima jam perjalanan.

“Jalan tersendat terjadi di banyak titik dari simpang Malalak hingga Simpang Padanglua, butuh waktu sekitar empat atau lima jam dari Bukittinggi ke Padang. Tentu kita sebagai penguna jalan mesti menyesuaikan. Kalau saya pribadi memilih berangkat pagi terutama saat menuju Padang dari Kota Bukittinggi agar tidak kemalaman saat melewati jalur Malalak,” tambahnya.

Sebelumnya, untuk menekan kemacetan dan kecelakaan Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Yessi Kurniati, mengimbau agar kendaraan bervolume besar untuk tidak melalui jalur Padang-Bukittinggi via Malalak. 

“Pasca-terputusnya jalur di Lembah Anai, kendaraan yang ingin ke Bukittinggi dari Padang memang diarahkan dari Malalak. Sementara itu seperti yang kita lihat kondisi jalan di Malalak cukup kecil dan sempit. Jika kendaraan bervolume besar berpapasan tentu menimbulkan kemacetan,” ujar Kombes Pol Yessi Kurniati, Jumat (21/6) lalu.

Jalur alternatif itu tambah Kapolresta, terdapat sejumlah titik kerusakan terutama di Kecamatan Ampekkoto yang juga menjadi salah satu titik banjir bandang pada 11 Mei lalu. “Kita imbau untuk penguna kendaraan dengan volume besar yang melalui rute Bukittinggi-Padang atau sebaliknya, untuk menggunakan jalur Solok,” tambahnya.

Kapolresta menambahkan pihaknya selalu mensiagakan personelnya di jalur Malalak untuk mengantisipasi kemacetan dan hal-hal yang tidak diinginkan. (r)

Editor : Novitri Selvia
#Nagari Kototuo #padang-bukittinggi #macet parah #Jalan Malalak #polresta bukittinggi #lembah anai