Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Nelayan Edi Kamardi Hilang di Danau Maninjau, Perahu Pulang Tanpa Awak

Hendra Efison • Selasa, 10 Desember 2024 | 16:52 WIB

 

Danau Maninjau di Kabupaten Agam. (Foto: Dok. Avarelzy)
Danau Maninjau di Kabupaten Agam. (Foto: Dok. Avarelzy)
PADEK.JAWAPOS.COM— Edi Kamardi (42), seorang nelayan asal Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dilaporkan hilang setelah perahunya ditemukan terapung tanpa adanya korban di lokasi kejadian, Selasa (10/12/2024). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, setelah cuaca di kawasan Danau Maninjau memburuk dengan angin kencang.

Menurut Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, korban bernama Edi Kamardi berangkat dari rumahnya pukul 07.30 WIB untuk mencari ikan menggunakan jaring di Danau Maninjau.

Sejak pagi, cuaca di wilayah tersebut cukup cerah, namun pada sekitar pukul 08.30 WIB, cuaca berubah drastis dengan hujan lebat dan angin kencang. Perahu milik Edi ditemukan terapung-apung oleh saksi, namun korban tidak terlihat di sekitar lokasi.

Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, pihak BPBD Kabupaten Agam segera menginformasikan kejadian ini kepada Basarnas Padang pada pukul 13.05 WIB. Tim SAR Pos Pasaman kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Tim SAR yang terdiri dari lima personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 13.20 WIB. Proses perjalanan menuju Danau Maninjau memakan waktu sekitar 2 jam 39 menit dengan jarak tempuh sejauh 122 kilometer melalui jalur darat.

Dalam upaya pencarian ini, Basarnas Padang menggunakan berbagai peralatan canggih seperti drone thermal, Aqua Eye, LCR dengan mesin motor tempel, perangkat komunikasi, dan perlengkapan medis untuk mendukung pencarian korban.

Tim SAR juga bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Agam dan masyarakat setempat. Warga sekitar turut serta membantu proses pencarian dengan menggunakan perahu tradisional.

Kesaksian Sofyan St Sari Alam

Menurut Sofyan St Sari Alam, ayah korban, Edi Kamardi adalah seorang nelayan berpengalaman yang sudah terbiasa mencari ikan di Danau Maninjau.

Ia mengungkapkan bahwa cuaca pada pagi hari saat Edi berangkat cukup cerah, sehingga tidak ada yang menyangka perubahan cuaca yang sangat cepat terjadi.

“Cuaca pagi tadi cukup cerah saat ia berangkat. Kami tidak menyangka cuaca akan berubah drastis,” ujar Sofyan.

Hingga berita sore ini diturunkan, Edi Kamardi masih belum ditemukan. Meskipun begitu, tim SAR tetap fokus untuk menemukan korban. (*)

 

Editor : Hendra Efison
#Nelayan Danau Maninjau #BPBD Agam #Tim SAR #Perahu Pulang Tanpa Awak #Edi Kamardi #Tim SAR Pos Pasaman #Basarnas Padang