PADEK.JAWAPOS.COM-Bupati Agam Andri Warman langsung turun meninjau para korban yang rumahnya terdampak bencana tanah longsor di Jorong Sigiran, Nagari Tanjungsani, Kecamatan Tanjungraya, Selasa (24/12).
Di hadapan Bupati, Nurlaili, 70, salah seorang korban menuturkan, bencana terjadi Senin siang, sekitar pukul 12.00. Saat itu aliran air bercampur tanah setinggi kurang lebih 1 meter mengalir cepat memenuhi seisi rumahnya.
“Saat kejadian saya sedang di rumah, saat itu hujan lebat dan aliran air yang bercampur dengan tanah masuk dan memenuhi isi rumah saya,” ujarnya.
Menanggapi hal itu Bupati Agam berusaha menenangkan dan menyabarkan seluruh korban yang terdampak. Menurutnya, selama tiga hari terakhir sebelum bencana, cuaca memang ekstrem melanda wilayah Kabupaten Agam.
“Bencana ini merupakan musibah yang datang dari Allah dan tidak dapat kita prediksi. Kami dari Pemerintah Kabupaten Agam akan berusaha melakukan yang terbaik untuk mengatasi dampak dari longsor ini. Untuk itu, saya berharap seluruh masyarakat yang terdampak agar bersabar dan tabah,” katanya.
Selain itu, Andri Warman menginstruksikan kepada kepala dinas terkait untuk segera mengambil langkah- langkah penanggulangan bencana longsor ini. “Bencana ini bagaimanapun juga, kami akan mencarikan solusi cepat,” ungkapnya.
Berdasarkan laporan yang ditempel di posko bencana, terdapat empat unit rumah terdampak bencana longsor di Sigiran. Masing-masing rumah Masri, 65, mengalami kerusakan di bagian dinding yang jebol dihantam material longsor berupa lumpur dan bebatuan.
Juga rumah milik Nurlaili, 70, rumah dan bengkel milik Irtayeti, 48, warung di rumah Ira Febriani, 31, dan rumah wali jorong, Irfan Yuhardi, 51. Kondisi rumah.seluruhnya kemasukan lumpur.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Agam didampingi Kalaksa BPBD Agam Budi Perwira Negara, Kepala Badan Kesbangpol Bambang Warsito dan Kepala Cabang Bank Nagari Lubukbasung Musa Adi Guna. (ptr)
Editor : Novitri Selvia