Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Korban Galodo Agam Direlokasi setelah Lebaran

Putra Susanto • Jumat, 7 Februari 2025 | 12:00 WIB

TUNTAS: Huntap di kawasan Talago, Lubukbasung, selesai dibangun dan akan segera ditempati para korban terdampak bencana galodo di Agam Mei 2024 lalu.(PEMKAB AGAM FOR PADEK)
TUNTAS: Huntap di kawasan Talago, Lubukbasung, selesai dibangun dan akan segera ditempati para korban terdampak bencana galodo di Agam Mei 2024 lalu.(PEMKAB AGAM FOR PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Agam bakal merelokasi korban bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi untuk menempati hunian tetap (huntap) setelah lebaran Idul Fitri 2025. Pemerintah belum akan mengambil alih bangunan dan tanah milik warga yang berada di wilayah bencana sebelum relokasi tuntas.

Hal itu diungkapkan Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Agam, Hamdi, saat mensosialisasikan skema relokasi Penetapan Rumah Khusus Huntap serta Rencana Intervensi Kebutuhan Sosial Ekonomi bagi korban bencana alam banjir lahar dingin, di aula Kantor Wali Nagari Sungaipua, Rabu (5/2). 

Sosialisasi itu dihadiri kepala perangkat daerah terkait, Ketua Baznas Agam, Isman Imran, serta seluruh korban bencana galodo yang telah terdata.

Hamdi menyampaikan bahwa dengan selesainya pembangunan huntap, masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati rumah yang lebih layak.

“Kami tidak merekomendasikan masyarakat untuk kembali menghuni area bencana demi keamanan dan keselamatan mereka. Kami berharap huntap ini dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para korban serta menjadi lembaran baru dalam kehidupan,” ujar Hamdi. 

Ia juga berharap keberadaan huntap yang telah selesai dibangun di kawasan Talago, Lubukbasung itu, dapat meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak, dengan sinergitas yang kuat antara pemerintah dan warga dalam menghadapi bencana.

Ditekankannya, berbagai program dari OPD terkait juga akan diberikan sebagai dukungan terhadap keberlanjutan kehidupan para penerima manfaat.

“Atas nama Pemkab Agam, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terwujudnya huntap ini. Kami berharap sinergi dan kolaborasi ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Rinaldy, menyampaikan, sebanyak 80 unit huntap siap diserahkan kepada masyarakat terdampak bencana.

Penyerahan rumah tersebut dituangkan dalam berita acara serah terima yang ditandatangani oleh pemerintah daerah dan penerima manfaat nantinya.

Proses pembagian dan alokasi rumah dilakukan melalui sistem pengundian dengan menghadirkan seluruh calon penerima manfaat. Hasil pengundian ini nantinya akan ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

Selain tempat tinggal, Pemkab Agam juga menyiapkan berbagai program dukungan ekonomi bagi para penerima manfaat. Dinas Sosial telah mengajukan program bantuan permodalan usaha kepada Kementerian Sosial bagi korban bencana yang akan menempati hunian tetap.

Di sisi lain, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan juga memberikan dukungan berupa bantuan mesin jahit kepada sembilan orang korban bencana guna menunjang perekonomian mereka. Selain itu, berbagai pelatihan juga telah dilakukan, termasuk pelatihan pembuatan kue yang telah diselenggarakan di Sungaipua.

Dengan adanya huntap dan program pendukung ini, Pemkab Agam berharap masyarakat terdampak bencana dapat segera bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih baik. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#huntap korban galodo Agam #Rinaldy #Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam #hamdi #pemkab agam