Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Petaka Pantai Tiku Agam: 16 Orang Terseret Ombak, 2 Hilang, 1 Tewas

Randi Zulfahli • Sabtu, 12 April 2025 | 18:35 WIB

Tim SAR Padang kerahkan tim dan alat canggih untuk pencarian korban hilang di Pantai Tiku, Kabupaten Agam, Sabtu (12/4/2025).
Tim SAR Padang kerahkan tim dan alat canggih untuk pencarian korban hilang di Pantai Tiku, Kabupaten Agam, Sabtu (12/4/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM–Suasana duka menyelimuti Pantai Tiku, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, setelah gelombang besar menerjang dan menyeret 16 remaja yang sedang mandi-mandi pada Sabtu (12/4/2025) sore. 

Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang tewas, dua lainnya hilang, dan 13 orang berhasil selamat.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menjelaskan bahwa peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di ujung tanjung perairan Tiku.

Informasi awal diterima dari Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Ichwan, pada pukul 16.46 WIB.

"Saat kejadian, 16 remaja sedang mandi-mandi di pantai. Tiba-tiba, gelombang besar datang dan menyeret mereka ke tengah laut," ungkap Hendri.

Tim SAR gabungan dari Kantor SAR Kelas A Padang, BPBD Agam, dan unsur terkait lainnya segera dikerahkan ke lokasi kejadian. 

"Tim rescue dari Pos SAR Pasaman meluncur ke lokasi kejadian pada pukul 17.02 WIB dengan membawa lima personel," sebut Hendri.

Mereka membawa peralatan lengkap, termasuk rescue car double cabin, LCR, peralatan SAR air, peralatan medis, peralatan komunikasi, dan peralatan SAR lainnya, termasuk Aqua Eye untuk pencarian di bawah air.

"Kami langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Lokasi kejadian berada sekitar 59 kilometer dari Pos SAR Pasaman, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 2 jam 30 menit melalui jalur darat," jelas Hendri.

Dari 16 korban yang terseret ombak, 13 orang berhasil diselamatkan. Mereka adalah Alfa Rizi (17), Hafiz (16), Fadil (15), Fauzi (16), Rifky (16), Tegar (17), Divo (15), Farid (17), Rezki (16), Zaki (17), Adam (15), Fano (15), dan Rafa (17).

Namun, nasib tragis menimpa Faras (16) yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, dua remaja lainnya, Dani Afriandi (16) dan Yordan Ramadhan (16), masih dalam pencarian.

"Kami masih terus melakukan pencarian terhadap dua korban yang hilang. Tim SAR gabungan bekerja keras menyisir area perairan Tiku dengan menggunakan berbagai metode dan peralatan," kata Hendri.

Pencarian korban hilang melibatkan penggunaan Aqua Eye, alat pendeteksi bawah air, untuk membantu menemukan korban yang mungkin tersangkut di dasar laut. Kondisi cuaca dan gelombang yang cukup besar menjadi tantangan dalam proses pencarian ini.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama para pengunjung pantai, untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap kondisi cuaca dan gelombang. Jangan berenang terlalu jauh dari bibir pantai, dan selalu ikuti arahan dari petugas," pesan Hendri. (*)

Editor : Adetio Purtama
#pantai tiku #Orang terseret ombak #Basarnas Padang