Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Geopark Ngarai Sianok-Maninjau menuju UGGp

Putra Susanto • Rabu, 30 April 2025 | 15:30 WIB

WARISAN GEOLOGI: Sekkab Agam Edi Busti bersama sejumlah kepala dinas usai telekonferensi seleksi pengusulan geopark Indonesia ke UNESCO.(PEMKAB AGAM FOR PADEK)
WARISAN GEOLOGI: Sekkab Agam Edi Busti bersama sejumlah kepala dinas usai telekonferensi seleksi pengusulan geopark Indonesia ke UNESCO.(PEMKAB AGAM FOR PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kabupaten Agam semakin dekat untuk mengukuhkan Geopark Ngarai Sianok-Maninjau sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp).

Geopark Ngarai Sianok-Maninjau bersanding dengan Geopark Ranah Minang Silokek dan Geopark Bojonegoro dalam seleksi bergengsi ini.

Pada seleksi resmi yang difasilitasi oleh Kementerian PPN/Bappenas, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Agam, Edi Busti, memaparkan berbagai prestasi dan kesiapan pengelolaan geopark kepada Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) dan perwakilan kementerian terkait.

Seleksi yang berlangsung melalui telekonferensi secara zoom ini merupakan bagian dari proses nasional untuk mengusulkan geopark terbaik Indonesia ke UNESCO tahun ini.

Kegiatan tersebut diikuti Sekkab Agam beserta kepala dinas dan pemangku kepentingan terkait di ruang rapat Bupati Agam, kemarin.

Dalam presentasinya, Edi Busti menggarisbawahi bahwa kekuatan geopark yang tersebar di tiga klaster utama yakni, Kecamatan Ampekkoto-Banuhampu, Matur, dan Kamangmagek-Baso.

Selain kekayaan geologi berupa patahan terbuka dan kaldera purba, kawasan ini juga diperkaya budaya lokal yang masih lestari.

“Kabupaten Agam telah memasukkan pengembangan geopark dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045 dan Ranwal RPJMD 2025–2029,” ujarnya.

Lebih lanjut dipaparkan, program prioritas “Agam Sejahtera” mengusung pariwisata berbasis geopark, pengembangan wisata edukasi, konservasi kawasan, serta pemberdayaan nagari wisata.

“Beberapa langkah konkret yang telah kami laksanakan antara lain, penyusunan masterplan geopark (2020), penyusunan dokumen warisan geologi, pengadaan papan informasi geosite, pelatihan kelompok sadar wisata dan wirausaha muda pariwisata serta fasilitasi pengelolaan destinasi berbasis desa,” jelas Edi Busti.

Selain itu, disebutkan geopark ini juga aktif mendorong program “Kampus Merdeka” melalui kolaborasi penelitian, pendidikan dan konservasi berbasis komunitas.

“Geopark Ngarai Sianok-Maninjau adalah wujud harmoni antara manusia, budaya, dan alam. Kami optimis, dengan sinergi yang kuat, geopark ini akan segera menjadi bagian dari jaringan global UNESCO,” tegas Edi Busti dalam forum seleksi.

Dengan semangat “Masyarakat Berdaya, Budaya Terpelihara, Alam Terjaga, Pariwisata Berjaya,” Geopark Ngarai Sianok-Maninjau siap mengharumkan Indonesia di mata dunia. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#UGGp #unesco #Ngarai Sianok Maninjau #Geopark Ranah Minang Silokek #ngarai sianok