Penandatanganan dilakukan secara hybrid, menggabungkan kehadiran fisik di Aula Siak, PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Pekanbaru serta partisipasi daring melalui Zoom Meeting.
Dalam perjanjian ini, PT KAMU menambah daya listrik dari sebelumnya 41,5 kVA menjadi 555 kVA. Langkah ini menandai kesiapan PT KAMU dalam meningkatkan kapasitas produksi CPO menggunakan mesin berteknologi baru serta menunjang pertumbuhan fasilitas perkantoran.
Manager PLN UP3 Bukittinggi, Rudi Hamiri, menyampaikan kebanggaan atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, suplai listrik yang andal merupakan fondasi penting untuk mempercepat hilirisasi dan memperkuat nilai tambah industri sawit.
“Kami bangga dapat mendukung PT KAMU yang turut mewujudkan program strategis pemerintah, terutama dalam hilirisasi sektor perkebunan,” ujar Rudi.
Dengan penambahan daya ini, PT KAMU diharapkan mampu mengolah hasil kebun kelapa sawit menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, seperti CPO dan turunannya, sehingga memperkuat daya saing industri lokal, khususnya di Agam.
Lebih lanjut, Rudi menegaskan bahwa PLN terus mempercepat penyediaan listrik ke kawasan industri dan memberikan pelayanan terbaik demi mendukung transformasi industri berbasis sumber daya alam.
“Pengolahan kelapa sawit yang berkelanjutan akan memperkuat struktur ekonomi lokal dan meningkatkan nilai tambah komoditas sawit di Sumatera Barat,” tambahnya.
Sementara itu, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Heri Kurniawan Indarto, menegaskan bahwa PLN berkomitmen menjadi mitra utama pemerintah dalam mendukung agenda hilirisasi nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto, khususnya dari Aceh hingga Lampung.
“PLN hadir sebagai motor penggerak hilirisasi melalui pasokan listrik andal dan berkelanjutan untuk sektor industri,” ujar Heri.
Langkah sinergis ini menegaskan bahwa transformasi energi bukan hanya tentang pembangkit, tetapi juga dukungan penuh terhadap sektor riil agar semakin berdaya dan kompetitif di pasar domestik dan global.(*)
Editor : Hendra Efison