Langkah ini diambil sebagai upaya memastikan kinerja pemungutan pajak berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Tim Bapenda bekerja sama dengan pejabat terkait dan pemerintah nagari untuk mengoptimalkan pemungutan sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas.
“Kegiatan ini menjadi penting untuk memastikan kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya. Dengan monitoring yang cermat, diharapkan capaian pemungutan PBB P2 dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun,” ungkap salah satu anggota tim monev di lapangan.
Dari kegiatan monitoring, Bapenda menemukan berbagai permasalahan di tingkat nagari. Temuan mencakup persoalan pada SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang), progres capaian pajak, serta kendala pada Nomor Objek Pajak (NOP) seperti data ganda, objek milik fasilitas umum, hingga NOP tanpa objek yang jelas.
Kepala Bapenda Kabupaten Agam, Endrimelson, menyatakan bahwa seluruh hasil monitoring akan segera ditindaklanjuti agar tidak menjadi hambatan pencapaian target.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat memetakan secara langsung berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Semua temuan akan segera kami tindak lanjuti, agar target capaian PBB P2 dapat terpenuhi sesuai yang direncanakan,” jelas Endrimelson.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pemungutan pajak memerlukan partisipasi aktif masyarakat sebagai wajib pajak.
Seluruh hasil monitoring akan dituangkan dalam Laporan Monitoring dan Evaluasi (Monev) PBB P2 yang akan menjadi dasar pengambilan kebijakan dan perbaikan pemungutan pajak di tingkat nagari.
Bapenda Agam optimistis penerimaan dari sektor PBB P2 akan terus meningkat dan memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan daerah.(*)
Editor : Hendra Efison