Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Berdiri Sejak 1896, Masjid Al Mujahidin Tilatang Kamang Diresmikan Lagi usai Direnovasi

Hendra Efison • Selasa, 10 Juni 2025 | 15:35 WIB

Masjid Al Mujahiddin, Jorong Sidang Rawang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.
Masjid Al Mujahiddin, Jorong Sidang Rawang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.
PADEK.JAWAPOS.COM–Masjid Al Mujahidin yang berlokasi di Jorong Sidang Rawang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, resmi dibuka kembali, Senin (9/6/2025), usai menjalani renovasi menyeluruh.

Peresmian dilakukan langsung oleh Wagub Sumbar Vasko Ruseimy. Peresmian ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian rumah ibadah bersejarah yang telah berdiri sejak tahun 1896.

Masjid Al Mujahidin dikenal sebagai salah satu masjid tertua di wilayah Tilatang Kamang dan memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat sekitar.

"Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban Minangkabau. Kita dorong agar masjid seperti ini hidup dengan aktivitas positif dan menjadi pusat kehidupan masyarakat," ujar Wagub Vasko dalam sambutannya.

Masjid ini pertama kali dibangun oleh Rasul Angku Mudo, tokoh dari Suku Payobada yang berasal dari Kaum Datuak Hasadahulu.

Awalnya, masjid ini dimiliki oleh tiga jorong yang tergabung dalam satu kesatuan Sidang Rawang, yakni Jorong Rawang Bunian, Jorong Guguak Koto Aua, dan Jorong Bukareh. Kini, Jorong Bukareh telah memiliki masjid sendiri.

Renovasi besar-besaran yang dilakukan tetap mempertahankan nilai arsitektur lama, termasuk mimbar (mijraj) asli yang telah digunakan sejak 1896 dan tidak pernah diganti hingga sekarang.

Dandi (35), warga setempat, mengaku bangga dan bersyukur atas perhatian pemerintah. "Kami berterima kasih atas kehadiran Bapak Wagub. Ini membuktikan bahwa pemerintah peduli terhadap warisan keagamaan dan budaya kami," tuturnya.

Dandi juga menambahkan bahwa masjid ini berperan penting sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial dan pengembangan masyarakat.

Kini, Masjid Al Mujahidin tak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga kebanggaan masyarakat Tilatang Kamang. Diharapkan masjid ini terus menjadi pusat harmoni sosial dan keagamaan di wilayah tersebut.(*) 

Editor : Hendra Efison
#Diresmikan Lagi usai Direnovasi #Berdiri Sejak 1896 #Masjid Al Mujahidin Tilatang Kamang