
PADEK.JAWAPOS.COM- Pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Jalan-jalan desa mulai di aspal, jembatan diperbaiki, akses antar wilayah dibuka lebih luas, hingga berbagai fasilitas umum dibangun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pemerintah meyakini bahwa pembangunan infrastruktur merupakan kunci utama mempercepat pembangunan daerah.
Namun di tengah masifnya pembangunan fisik tersebut, muncul satu kenyataan yang sulit
dibantah: semakin banyak pemuda nagari tetap memilih pergi merantau.
Baca Juga: Irigasi Putus Total di Tigo Jangko Tanahdatar, 700 Hektare Sawah Terancam Kekeringan
Fenomena ini menunjukkan bahwa pembangunan fisik belum sepenuhnya mampu menjawab persoalan mendasar masyarakat, terutama terkait lapangan pekerjaan dan masa depan generasi muda di kampung halaman.
Hari ini banyak nagari memiliki jalan yang lebih bagus dibanding beberapa tahun lalu, tetapi aktivitas ekonomi masyarakat tidak berkembang signifikan.
Infrastruktur memang mempermudah mobilitas, namun belum tentu mampu menciptakan kesempatan kerja yang memadai bagi masyarakat lokal. Akibatnya, pembangunan hanya menghadirkan perubahan fisik tanpa diikuti perubahan kesejahteraan yang nyata.
Fenomena ini dapat dianalisis menggunakan teori pembangunan manusia (human development) yang dipopulerkan Mahbub ul Haq dan dikembangkan dalam konsep UNDP.
Dalam teori ini, pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan fisik, tetapi dari peningkatan kualitas hidup manusia, seperti pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, dan kemampuan masyarakat mengembangkan potensinya.
Artinya, keberhasilan pembangunan bukan sekadar tentang banyaknya proyek yang dibangun, melainkan apakah pembangunan tersebut benar-benar mampu menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
Di banyak daerah di Sumatera Barat, pembangunan masih cenderung berfokus pada infrastruktur fisik. Jalan dibangun, kantor diperbesar, taman diperindah, tetapi pengembangan
ekonomi produktif masyarakat sering belum menjadi prioritas utama.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





