Forum ini digelar dalam rangka memperkuat sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi daerah melalui pemanfaatan energi listrik, khususnya untuk mendukung aktivitas penggilingan padi (huller) dan mengurangi ketergantungan terhadap genset (degensetisasi).
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam Rosva Deswira, Kabid Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Edi Arta, Manager PLN UP3 Bukittinggi Rudi Hamiri, Manager PLN ULP Lubuk Basung Endavid Yusyaf, Manager ULP Simpang Empat Muhammad Sholekan, serta perwakilan dari PLN Electricity Services, Riswandi.
Dalam paparannya, PLN menyampaikan potensi dan manfaat penggunaan listrik dalam proses penggilingan padi, baik dari sisi efisiensi biaya, keandalan pasokan energi, hingga kontribusinya terhadap pengurangan emisi dan pencemaran lingkungan.
“Transisi dari genset ke listrik bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang keberlanjutan dan dukungan nyata terhadap lingkungan dan ketahanan pangan. PLN siap memberikan layanan terbaik agar pelaku usaha di sektor pangan bisa berkembang lebih optimal tanpa terkendala energi,” ujar Manager PLN UP3 Bukittinggi, Rudi Hamiri.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, mengapresiasi forum tersebut sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
“Kami percaya bahwa ketahanan pangan tidak bisa dipisahkan dari ketahanan energi. Melalui forum seperti ini, kita bisa mendorong percepatan transisi energi hingga ke sektor-sektor strategis di daerah seperti Kabupaten Agam,” ungkap Ajrun.
Salah satu pelaku usaha lokal di bidang penggilingan padi, Lego Priono, menyatakan kesiapan untuk beralih ke listrik PLN.
“Selama ini kami mengandalkan genset, dan biaya operasionalnya cukup besar. Dengan listrik dari PLN, usaha kami bisa lebih hemat, lebih tenang, dan lebih ramah lingkungan. Saya siap beralih karena ini solusi jangka panjang,” kata Lego.
Forum ini menjadi langkah awal untuk memperluas pemahaman pelaku usaha di sektor pertanian mengenai manfaat penggunaan listrik. Ke depan, diharapkan percepatan elektrifikasi bisa mendorong tercapainya ketahanan pangan yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi di Sumatera Barat.(*)
Editor : Hendra Efison