Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jembatan Rusak Ancam Keselamatan Warga

Putra Susanto • Senin, 4 Agustus 2025 | 14:30 WIB

SWADAYA: Warga Maturhilia memperbaiki jembatan rusak di Jorong Aiataganang, secara swadaya, baru-baru ini.(HENDRA UNTUK PADEK)
SWADAYA: Warga Maturhilia memperbaiki jembatan rusak di Jorong Aiataganang, secara swadaya, baru-baru ini.(HENDRA UNTUK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Jembatan gantung di Jorong Aiataganang, Nagari Maturhilia, Kecamatan Matur, Agam, dalam kondisi sangat memprihatikan saat ini. Kayu-kayu yang menjadi lantai jembatan tersebut sudah banyak lapuk dan bolong.

Jembatan penghubung wilayah Matur dan Palupuah itu merupakan akses utama warga sekitar untuk beraktivitas. Warga mendesak Pemkab Agam memberi perhatian penuh untuk secepatnya memperbaiki jembatan tersebut, sebab sudah membahayakan keselamatan pengguna.

Menurut warga Maturhilia, M. Tarmizi, jembatan tersebut sudah beberapa kali memakan korban. Terakhir, pekan lalu, seorang ibu yang sedang membonceng anaknya dengan sepeda motor terjatuh saat melintasi jembatan tersebut.

“Beberapa hari lalu, ada korban ibu-ibu membawa bayinya terjatuh saat lewat di jembatan itu. Beruntung bayinya tidak jatuh ke sungai,” ungkap Tarmizi.

Kerusakan jembatan ini sebenarnya sudah dilaporkan kepada pemerintah nagari, DPRD, dan Pemkab Agam. Namun, berdasarkan hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), perbaikan jembatan baru direncanakan untuk tahun 2026.

“Itupun belum pasti karena tidak masuk dalam prioritas pembangunan. Bahkan cuma masuk urutan kelima dalam musrembang,” katanya.

Selama ini, upaya perbaikan hanya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, seperti mengganti kayu-kayu lapuk dengan gotong royong.

Namun, hasil perbaikan darurat ini tidak bertahan lama.
Jembatan ini sangat vital bagi warga karena menjadi jalur utama untuk mengantar anak-anak ke sekolah, menuju fasilitas kesehatan, serta mengangkut hasil pertanian mereka.

“Kami mohon perhatian serius dari pemerintah. Jangan tunggu sampai jatuh korban jiwa,” ujar Tarmizi mewakili keluhan warga lainnya.

Warga kini berharap pemerintah segera turun tangan sebelum kondisi jembatan semakin memburuk dan mengancam keselamatan masyarakat.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam, Ofrison mengatakan pihaknya sedang melakukan pemesanan kayu untuk pengganti lantai jembatan yang rusak.

Kayu tersebut segera dipasang untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara saat melewati daerah itu. “Kita masih menunggu kayu dan apabila sampai langsung kita pasang,” katanya. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam #Nagari Maturhilia #jembatan rusak #pemkab agam