PADEK.JAWAPOS.COM-Musim kemarau panjang memukul Kabupaten Agam. Sedikitnya delapan nagari di dua kecamatan dilaporkan mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih. BPBD Agam pun bergerak cepat mendistribusikan puluhan ribu liter air bersih setiap harinya.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan delapan nagari yang terdampak adalah Nagari Canduang Kotolaweh di Kecamatan Canduang, serta tujuh nagari lainnya di Kecamatan Ampekangkek. Kekeringan yang terjadi kali ini disebut cukup panjang dan belum pernah dialami masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.
“Sumur-sumur masyarakat kering. Akibatnya, warga kekurangan air bersih untuk kebutuhan harian. Biasanya kemarau tidak selama ini sampai membuat sumber air masyarakat benar-benar habis,” ujar Rahmat, kemarin (10/9).
Sejak akhir Agustus, BPBD bersama PDAM, PMI, dan kelompok siaga bencana di nagari terdampak telah mengoperasikan empat mobil tangki untuk menyalurkan air bersih. Distribusi dilakukan hampir setiap hari, menjangkau puluhan titik di berbagai nagari.
Laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Agam per 9 September mencatat, pendistribusian air bersih dilakukan di antaranya ke Nagari Biarogadang, Batutaba, Panampuang, Lambah, Ampanggadang, Pasia, Balaigurah, hingga Canduang Kotolaweh.
Hingga Selasa (9/9), total penyaluran air bersih mencapai ratusan ribu liter. Bahkan dalam dua hari terakhir, BPBD Agam menyalurkan air bersih mencapai 96.000 liter ke enam nagari terdampak.
Di antaranya, 25.000 liter ke Biarogadang, 25.000 liter di Batutaba, 12.000 liter di Ampanggadang, 20.000 liter di Panampuang, 9.000 liter di Lambah dan 5.000 liter di Canduang Kotolaweh. Kegiatan distribusi terus dilanjutkan sesuai kebutuhan dan permintaan masyarakat.
BPBD Agam sendiri mengerahkan empat unit mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Armada itu berasal dari BPBD Agam, PDAM Tirta Antokan, PMI Agam dan PMI Bukittinggi.
Rahmat menyebut, posko kekeringan telah didirikan di Kecamatan Ampekangkek untuk mengoordinasikan laporan dan permintaan bantuan air bersih.
“Kami terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan pemerintah nagari. Upaya kami, memastikan masyarakat tetap memiliki akses air bersih hingga musim kemarau berakhir,” katanya.
Kemarau panjang ini memicu kekeringan di dua kecamatan yang padat penduduk. BPBD mengimbau masyarakat menghemat pemakaian air dan segera melapor ke posko jika terjadi kekurangan pasokan. (ptr)
Editor : Novitri Selvia