Kedua nelayan tersebut adalah Buduik (60) dan Kundue (40), warga Batang Gasan. Mereka dilaporkan belum kembali setelah melaut sejak pukul 04.00 WIB dan diduga terkena hempasan angin badai.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, mengatakan laporan diterima dari Wali Nagari Gasan Gadang, Azirman, pada pukul 19.20 WIB.
“Kami langsung memberangkatkan tim setelah menerima laporan,” ujarnya.
Menurut laporan, kapal jenis payang bernama WA berwarna hijau putih yang mereka gunakan semestinya tiba pukul 16.00 WIB.
Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, kapal tersebut dilaporkan dua kali dihantam badai dan hilang kontak.
Sebelumnya, nelayan setempat telah melakukan pencarian di dua rute, yaitu Karang Gosong–Sungai Limau dan Karang Gosong–Tiku, namun belum ditemukan hasil.
Sebanyak lima rescuer diberangkatkan ke Dermaga Tiku pada pukul 19.35 WIB dengan estimasi perjalanan darat 2,5 jam.
Kapal RIB 02 dengan lima personel juga dikerahkan dari Dermaga Muaro Padang pada pukul 19.38 WIB dengan waktu tempuh sekitar tiga jam menuju lokasi kejadian.
Lokasi pencarian diperkirakan pada koordinat 0°25'7.08"S – 99°54'22.63"E atau sekitar dua mil laut dari garis pantai Tiku.
Operasi menggunakan alat pendukung pencarian seperti Rescue Car Double Cabin, LCR, drone, perangkat komunikasi, Pal Medis, hingga Aqua Eye.
“Faktor penghambat utama adalah kondisi perairan dengan gelombang 1,25–2,5 meter dan angin 15 knot,” kata Hendri. (CC1)
Editor : Hendra Efison