Kegiatan ini difokuskan pada penguatan bisnis sayuran bersertifikat Prima melalui pemberdayaan Gapoktan Sepakat.
PKM ini merupakan kelanjutan program tahun 2024 yang sebelumnya membahas pengolahan tomat, penguatan branding produk, serta penerapan sistem pertanian berkelanjutan LEISA.
Kegiatan melibatkan sekitar 60 anggota Gapoktan, dosen, mahasiswa, alumni, serta tenaga kependidikan.
Gapoktan Sepakat saat ini menaungi 60 kelompok tani dengan total sekitar 900 petani aktif.
Gapoktan telah lama menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) dan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam produksi komoditas kol, cabai, tomat, dan buncis yang telah memenuhi standar sertifikasi Prima.
Namun, dari sisi bisnis, produk masih banyak dipasarkan secara individual sehingga manfaat ekonomi dari sertifikasi belum optimal.
Ketua Tim PKM, Yuerlita PhD, menegaskan pentingnya penguatan manajemen kolektif agar sertifikasi Prima dapat meningkatkan posisi tawar dan harga jual produk petani.
Dukungan diberikan oleh Pemerintah Nagari melalui Muhammad Doni serta BPP Canduang yang menilai sayuran bersertifikat sebagai pilar ekonomi lokal yang perlu dikelola secara profesional.
PKM 2025 menghadirkan dua materi strategis. Materi pertama, Perencanaan Bisnis Kelompok Tani, disampaikan oleh Anggit Yudhi Hastowo dan Sudjatmiko.
Mereka menekankan pentingnya bisnis kolektif, perhitungan biaya produksi, target pasar, serta konsistensi rantai pasok.
Materi kedua, Ekosistem Usaha BumNag dan Peran Lembaga Nagari, disampaikan oleh Dr Sepris Yonaldi yang menyoroti perlunya sinergi antara Gapoktan, BUMNag, pemerintah nagari, serta pasar untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Baca Juga: Banjir Rendam 70 Rumah di Batu Busuak, PT Semen Padang Turunkan TRC Bantu Warga
Peserta menilai materi membuka wawasan baru tentang pentingnya pemasaran kolektif.
Mereka menyadari sertifikasi Prima tidak akan berdampak maksimal tanpa pengelolaan bersama.
Tim PKM berharap pendampingan ini mendorong Gapoktan Sepakat menyusun rencana bisnis kolektif, menyesuaikan pola tanam dengan kebutuhan pasar, menjaga kontinuitas produksi, serta membangun kemitraan dengan BUMNag dan mitra distribusi.
Target akhir program ini adalah menjadikan Gapoktan Sepakat sebagai pusat produksi dan pemasaran sayuran bersertifikat Prima di Sumatera Barat.(rdo)
Editor : Hendra Efison