Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemko Payakumbuh Dirikan Dapur Umum di Agam untuk Bantu Warga Terdampak Bencana

Syamsu Ridwan • Rabu, 3 Desember 2025 | 10:40 WIB

GERAK CEPAT: Personel gabungan dari BPBD Kota Payakumbuh, Dinas Sosial, Tagana, dan relawan menyiapkan makanan di dapur umum di Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Agam, Selasa (2/12).
GERAK CEPAT: Personel gabungan dari BPBD Kota Payakumbuh, Dinas Sosial, Tagana, dan relawan menyiapkan makanan di dapur umum di Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Agam, Selasa (2/12).

PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh bergerak cepat membantu warga yang terdampak bencana alam di Kabupaten Agam. Mereka membuka dapur umum di Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan.

Dapur umum itu mulai beroperasi sejak Selasa (2/12). Layanan ini langsung menyediakan makanan bagi masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat rusaknya akses dan fasilitas dasar.

Dapur umum tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemko Payakumbuh dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Sejumlah personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta relawan telah diturunkan untuk memperkuat operasional di lapangan.

Mereka bekerja di bawah tekanan medan yang belum sepenuhnya pulih, termasuk akses jalan yang terputus dan jaringan listrik yang belum stabil.

Sekretaris Kota Payakumbuh Rida Ananda mengatakan bahwa langkah cepat itu diambil untuk memastikan masyarakat di lokasi terdampak tidak mengalami kekurangan pangan selama masa tanggap darurat.

“Begitu laporan bencana masuk, kami langsung bergerak,” kata Sekda Rida Ananda yang mewakili Wali Kota Payakumbuh.

“Dapur umum ini kami operasikan tanpa menunggu waktu agar masyarakat tidak berada dalam situasi tanpa makanan, terutama mereka yang masih berada di lokasi terdampak dan belum bisa kembali ke rumah,” tuturnya.

Menurut dia, tim Payakumbuh telah menyiapkan tenaga dapur terlatih dan peralatan masak berkapasitas besar untuk memastikan ratusan porsi makanan dapat diproduksi setiap harinya.

Distribusi makanan dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah nagari setempat dan relawan lokal.

“Kami melihat langsung ada warga yang terpaksa mengungsi, ada yang tidak bisa memasak karena dapur mereka rusak atau tertimbun material. Tim kami membantu mengisi celah kebutuhan itu,” ujarnya.

Payakumbuh sebelumnya telah menurunkan bantuan ke beberapa daerah terdampak bencana di Sumbar. Namun, operasi di Agam menjadi salah satu yang paling intensif melihat tingkat kerusakan serta jumlah warga yang terdampak.

“Ini bagian dari solidaritas. Dalam situasi bencana, batas antardaerah tidak relevan. Yang utama adalah bagaimana kita saling menguatkan, saling menopang, dan memastikan masyarakat bisa melewati masa darurat dengan baik,” katanya.

Dapur umum itu direncanakan beroperasi sepanjang masa tanggap darurat dan dapat diperpanjang apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan layanan.

Di beberapa titik pengungsian kecil, warga mulai merasakan manfaat keberadaan dapur umum tersebut. Mereka mengaku terbantu karena tidak bisa kembali memasak di rumah akibat rusaknya infrastruktur.

“Sekarang kami paling tidak bisa makan teratur. Rumah saya tidak bisa digunakan, dapur tertimbun material,” ujar seorang warga Nagari Salareh Aia Utara.

Keberadaan dapur umum Payakumbuh itu menjadi salah satu tumpuan warga dalam melewati hari-hari awal pemulihan. Hal itu dilakukan di tengah medan yang masih sulit dan kebutuhan dasar yang belum pulih sepenuhnya. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Rida Ananda #Pemko Payakumbuh #Palembayan Agam #dapur umum