Bantuan tersebut ditujukan bagi anak-anak yang kehilangan perlengkapan belajar akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Sumatra Barat pada akhir November 2025.
Program ini ditujukan untuk mendukung pemulihan pendidikan dan mendorong anak kembali bersekolah.
Wakil Rektor III Bidang Pengabdian kepada Masyarakat Universitas YARSI, Octaviani Indrasari Ranakusuma, mengatakan pendidikan harus tetap menjadi prioritas dalam situasi pascabencana.
“Pendidikan adalah fondasi masa depan. Anak-anak tidak boleh kehilangan kesempatan belajar hanya karena bencana. Melalui bantuan ini, kami ingin memastikan mereka tetap memiliki semangat untuk melanjutkan sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bencana longsor dan banjir bandang di Sumatra merupakan duka bersama yang membutuhkan dukungan berkelanjutan, termasuk pemulihan pendidikan dan psikososial.
Sejak 1 Desember 2025, Universitas YARSI menghimpun donasi dan logistik senilai Rp184 juta untuk daerah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Sebagai perguruan tinggi Islam yang berdiri sejak 1967, YARSI menyatakan komitmennya terhadap nilai kemanusiaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat.
Di Kabupaten Agam, bantuan perlengkapan sekolah dihimpun bersama Minangkabau Diaspora Global Network dan Human Initiative Australia.
Paket tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pendidikan setempat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, Andrinaldi, menerima bantuan tersebut di Kantor Dinas Pendidikan Lubukbasung.
Universitas YARSI juga menyampaikan apresiasi kepada TNI AL, ADSP, PT Pos Indonesia, dan JNE yang mendukung distribusi logistik ke wilayah terdampak bencana.(ptr)
Editor : Hendra Efison