
PADEK.JAWAPOS.COM - Program KABA PADEK Sore edisi Rabu (3/6) menghadirkan Direktur Utama Padang Ekspres, Mhd. Nazir Fahmi, sebagai narasumber. Acara yang dipandu host Febi Tri Lianti tersebut kembali mengangkat isu aktual yang tengah menjadi perhatian masyarakat, yakni kondisi ekonomi nasional dan dampaknya terhadap kehidupan sosial.
Dalam perbincangan tersebut, Nazir Fahmi menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai memberikan dampak luas hingga ke tingkat masyarakat bawah, termasuk di perdesaan.
Menurutnya, anggapan bahwa masyarakat desa tidak terdampak karena tidak bertransaksi menggunakan dolar secara langsung merupakan pandangan yang kurang tepat. Sebab, banyak kebutuhan produksi masyarakat yang masih bergantung pada bahan baku impor.
“Ketika dolar naik, rupiah semakin tertekan. Anggapan bahwa masyarakat desa tidak terdampak karena tidak menggunakan dolar secara langsung itu tidak tepat. Banyak kebutuhan produksi, termasuk pakan ikan, masih bergantung pada bahan impor yang harganya ikut naik,” ujar Nazir.
Ia menjelaskan, kenaikan biaya produksi yang dipicu oleh meningkatnya harga bahan impor tidak selalu diikuti dengan kenaikan harga jual hasil usaha masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan keuntungan yang diperoleh pelaku usaha semakin menipis.
“Pakan ikan naik karena faktor impor, tetapi harga jual ikan tidak ikut naik. Akhirnya masyarakat yang menanggung beban tersebut. Barang-barang yang harganya naik di kota juga berdampak pada harga kebutuhan di desa,” katanya.
Selain dampak ekonomi, Nazir juga menyoroti berbagai fenomena sosial yang belakangan muncul di tengah masyarakat. Ia menilai sejumlah gangguan keamanan dan ketertiban yang terjadi dapat menjadi indikator adanya tekanan ekonomi yang semakin berat.
Menurutnya, pelemahan rupiah yang membuat barang impor menjadi lebih mahal, sementara harga sejumlah komoditas masyarakat tidak mengalami kenaikan yang sebanding, berpotensi memunculkan efek domino terhadap kehidupan sosial.
“Ini merupakan efek domino. Rupiah melemah, barang impor menjadi mahal, sementara banyak komoditas yang dihasilkan masyarakat tidak mengalami kenaikan harga yang sebanding. Kondisi seperti ini bisa mendorong meningkatnya berbagai persoalan sosial,” ujarnya.
Nazir menambahkan bahwa tekanan ekonomi berkepanjangan tidak hanya berdampak pada kemampuan ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kesehatan mental.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




