PADEK.JAWAPOS.COM-Akses transportasi warga yang terputus akibat banjir bandang dan galodo di Kabupaten Agam perlahan mulai pulih.
Kodim 0304/Agam bersama satuan Zeni Tempur (Zipur) TNI terus memacu pembangunan jembatan darurat jenis bailey dan armco di sejumlah titik krusial.
Saat ini, satu jembatan armco di Kecamatan Malalak sudah lebih dulu bisa dimanfaatkan masyarakat. Di titik lainnya, seperti di wilayah salingka Danau Maninjau progresnya sudah mencapai 60 hingga 85 persen.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmad Lasmono, mengatakan pembangunan jembatan darurat menjadi langkah mendesak untuk membuka kembali isolasi nagari dan mempercepat pemulihan aktivitas warga pascabencana.
“Pengerjaan jembatan darurat terus kita kebut. Alhamdulillah, satu jembatan armco di Salimpauang, Kecamatan Malalak, sudah rampung dan resmi digunakan sejak Jumat lalu,” ujar Rahmad, Selasa (20/1).
Ia menjelaskan, untuk jembatan bailey, pekerjaan masih berlangsung di tiga lokasi berbeda dengan progres yang bervariasi.
Di Anakaia Taganang, Kecamatan Matur, jembatan bailey sepanjang 33 meter baru mencapai progres sekitar 20 persen. Pengerjaannya dilaksanakan oleh Yonzikon 12/KJ bersama Yon TP 897/SGL.
Sementara itu, di Sungairangeh, Bayur, Kecamatan Tanjungraya, jembatan bailey sepanjang 39 meter menunjukkan perkembangan signifikan dengan progres mencapai 75 persen. Proyek ini juga digarap oleh Yonzikon 12/KJ dan Yon TP 897/SGL.
Adapun di Kubu Sarunai, Kecamatan Canduang, jembatan bailey sepanjang 25 meter masih pada tahap awal dengan progres sekitar 9,8 persen.
Pembangunan melibatkan Yonzikon 12/KJ, Yon TP 897/SGL, serta Denzipur 2/PS. Berbeda dengan bailey, pembangunan jembatan armco bergerak lebih cepat.
Di Sungairangeh Bayur, Kecamatan Tanjungraya, jembatan armco sepanjang 33 meter telah mencapai progres 80 persen. Pengerjaannya dilakukan oleh Zidam XX/TIB bersama Yon TP 896/SP.
Di Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, jembatan armco sepanjang 13 meter bahkan sudah mencapai progres 85 persen. Pekerjaan ini ditangani Zidam XX/TIB dan Yon TP 897/SGL.
Sedangkan jembatan armco di Salimpauang, Kecamatan Malalak, sepanjang 24 meter, menjadi yang paling cepat rampung.
Dengan progres 100 persen, jembatan ini telah diresmikan pemakaiannya pada Jumat (16/1) lalu. Pembangunan dilakukan oleh Zidam XX/TIB bersama Yon TP 896/SP.
Tak hanya itu, pembangunan armco di Kampung Jambu, Kecamatan Tanjungraya, sepanjang 24 meter, kini telah mencapai progres 63 persen dan masih terus dikebut oleh Zidam XX/TIB dan Yon TP 897/SGL.
Rahmad menegaskan BPBD Agam bersama TNI dan instansi terkait terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan seluruh pembangunan jembatan darurat berjalan aman dan sesuai standar.
“Kami berharap seluruh jembatan darurat ini bisa segera rampung, sehingga akses transportasi, aktivitas ekonomi, dan mobilitas masyarakat kembali normal,” pungkasnya.
Di sisi lain, kondisi wilayah terdampak di Kecamatan Tanjung Raya dilaporkan mulai kondusif. Warga Sungaibatang, Rudi Yudistira, mengatakan pascabencana susulan dalam dua minggu terakhir, situasi relatif aman.
“Alat berat masih bekerja menormalisasi sungai, baik di Muaro Pisang, Batang Tumayo, maupun Batang Balok Bancah,” ujarnya.
Menurut Rudi, sebagian warga sudah mulai kembali beraktivitas. Rumah-rumah yang tidak mengalami kerusakan parah telah dibersihkan dari material galodo dan sebagian sudah kembali ditempati.
Namun demikian, masih banyak warga yang bertahan di pengungsian karena kehilangan tempat tinggal atau rumah mereka berada di bantaran sungai dan dinilai belum aman untuk dihuni.
Terkait akses di Jorong Bancah, Rudi menjelaskan selama pengerjaan jembatan, jalan sempat ditutup total. Namun dalam beberapa hari terakhir, jalur tersebut mulai diuji coba dengan sistem buka-tutup kendaraan.
“Kalau tidak ada kendala, paling lama satu minggu ke depan akses di Bancah sudah bisa normal kembali,” katanya. (ptr)
Editor : Novitri Selvia