Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Program Mahasiswa Berdampak UNP Resmi Dilaksanakan di Jorong Toboh Agam untuk Pemulihan Pascabencana 2026

Hendra Efison • Senin, 9 Februari 2026 | 16:33 WIB

Program Mahasiswa Berdampak UNP resmi dilaksanakan di Jorong Toboh Agam 2026, fokus edukasi kesiapsiagaan bencana dan pemulihan psikososial warga.
Program Mahasiswa Berdampak UNP resmi dilaksanakan di Jorong Toboh Agam 2026, fokus edukasi kesiapsiagaan bencana dan pemulihan psikososial warga.
PADEK.JAWAPOS.COM—Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan dalam Pemulihan Bencana di Sumatera Tahun 2026 resmi dilaksanakan di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.

Program ini dibuka melalui kegiatan penerimaan mahasiswa yang berlangsung di Jorong Toboh dan dihadiri unsur pemerintah jorong, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Kegiatan tersebut berada di bawah koordinasi Tim Program Mahasiswa Berdampak Universitas Negeri Padang (UNP) yang diketuai Rembulan Catra Banyu Biru, M.Pd.

Tim pelaksana melibatkan Ciptro Handrianto, Ph.D., dosen Pendidikan Non Formal UNP, serta Maizul Rahmizal, S.E., M.Sc., dosen Ekonomi UNP.

Penyambutan mahasiswa dilakukan oleh Kepala Jorong Toboh Hasbiyaturrahmah, S.E., Ketua PKK Malalak Timur Emelia Febriani, S.E., M.Si., Ketua Pemuda Syaiful Mahdi, tokoh pemuda dan masyarakat, Minggu (8/2/2026).

Program ini mengusung tema pengembangan produk edukasi kesiapsiagaan bencana dan pemulihan psikososial masyarakat pascabencana di Kabupaten Agam.

Fokus Edukasi Bencana dan Pemulihan Psikososial

Kegiatan program diarahkan pada peningkatan kapasitas pemuda Karang Taruna melalui pengembangan produk edukasi kesiapsiagaan bencana.

Selain itu, mahasiswa melaksanakan pemulihan psikososial atau trauma healing bagi kelompok PKK, khususnya ibu dan anak yang terdampak bencana.

Ketua PKK Malalak Timur, Emelia Febriani, menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut di wilayahnya.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat membantu masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana yang masih dirasakan,” kata Emelia Febriani.

Kepala Jorong Toboh, Hasbiyaturrahmah, menyampaikan bahwa sebagian anak-anak di wilayahnya masih mengalami trauma pascabencana.

Menurutnya, pendampingan psikososial diperlukan agar anak-anak dapat pulih secara mental dan emosional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan tim dosen UNP atas pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak di Jorong Toboh.

Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat

Program Mahasiswa Berdampak dirancang sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pemulihan bencana.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat berperan langsung dalam mendukung kebutuhan masyarakat pascabencana secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tingkat lokal.

Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026 di Kabupaten Agam diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jorong Toboh.(*)

Editor : Hendra Efison
#Pemulihan Pascabencana #kesiapsiagaan bencana #Program Mahasiswa Berdampak #UNP Agam