Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jalur Bukittinggi–Maninjau kembali Normal

Putra Susanto • Rabu, 18 Februari 2026 | 12:16 WIB

PEMBUKAAN JALUR: Petugas gabungan membersihkan material longsor yang menutup ruas jalan provinsi Bukittinggi– Maninjau di Lubuaksao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Kamis (12/2).
PEMBUKAAN JALUR: Petugas gabungan membersihkan material longsor yang menutup ruas jalan provinsi Bukittinggi– Maninjau di Lubuaksao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Kamis (12/2).

PADEK.JAWAPOS.COM-Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Agam pada Senin (16/2) sore kembali memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah titik.

Dua kecamatan terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Tanjungraya dan Palembayan. Peristiwa ini menambah daftar bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah tersebut.

Di Kecamatan Tanjungraya, longsor menutup ruas jalan provinsi di Jorong Lubuaksao, Nagari Dalko.

Material tanah sepanjang sekitar 20 meter dengan tinggi mencapai 1,5 meter menimbun badan jalan, menyebabkan akses kendaraan roda dua dan roda empat lumpuh total.

Arus lalu lintas di jalur strategis penghubung Bukittinggi–Maninjau itu sempat terhenti beberapa jam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 17.04 WIB, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hingga sore hari.

Debit air yang tinggi serta kondisi tanah yang labil diduga menjadi pemicu runtuhnya tebing di sekitar badan jalan.

“Pembersihan material dilakukan menggunakan satu unit alat berat hingga malam hari. Sejak pukul 21.30, akses sudah dibuka dengan sistem buka tutup untuk mengurai antrean kendaraan, dan pada Selasa pagi jalur kembali normal serta dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujarnya, Selasa (17/2).

Meski akses telah pulih, pengendara tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tanah di sekitar lokasi longsor masih basah dan labil, sehingga berpotensi terjadi longsor susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Sementara itu, banjir juga merendam permukiman warga di Jorong Kotokaciak dan Pasarabaa, Nagari Kotokaciak.

Berdasarkan laporan sementara pemerintah nagari, sedikitnya 192 rumah terdampak akibat meluapnya Sungai Asam dan Sungai Jauih. Ketinggian air di sejumlah rumah bervariasi, mulai dari belasan sentimeter hingga mencapai lutut orang dewasa.

Namun, saat ini kondisi banjir telah surut. Kemarin pagi, warga mulai membersihkan rumah masing-masing dari sisa lumpur dan material yang terbawa arus.

Pendataan kerugian masih terus dilakukan oleh pemerintah nagari bersama BPBD Agam dan pihak kecamatan.

Di Kecamatan Palembayan, banjir setinggi 1 hingga 2 meter juga merendam ruas jalan nasional serta rumah warga di Jorong Tapiankandih, Nagari Salarehaia Barat.

Selain itu, longsor menutup jalan provinsi di Tonggo Gumarang I, Nagari Tigokoto Silungkang.

“Proses penanganan di Tonggo Gumarang I juga telah dilakukan. Tim gabungan bersama pemerintah setempat bergerak untuk membersihkan material longsor dan memulihkan akses jalan secara bertahap,” tambahnya.

BPBD Agam bersama pemerintah kecamatan, nagari, serta unsur terkait terus melakukan koordinasi dan pemantauan cuaca. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu banjir maupun longsor kembali.

“Masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai dan lereng perbukitan diimbau tetap siaga dan segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda pergerakan tanah,” pungkasnya. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#Nagari Kotokaciak #Palembayan #Abdul Ghafur #Tanjungraya Agam #BPBD Agam #longsor #Nagari Tigokoto Silungkang #Nagari Dalko