Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

50 Mahasiswa ISI Padangpanjang Bangun 6 Jembatan Tani di Sungai Landia Pascabanjir

Hendra Efison • Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:27 WIB

Mahasiswa ISI Padangpanjang bangun 6 jembatan tani di Sungai Landia Agam untuk pulihkan akses pertanian pascabanjir 2025.
Mahasiswa ISI Padangpanjang bangun 6 jembatan tani di Sungai Landia Agam untuk pulihkan akses pertanian pascabanjir 2025.
PADEK.JAWAPOS.COM—Sebanyak 50 mahasiswa ISI Padangpanjang diterjunkan ke Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk membangun enam jembatan jalan usaha tani yang putus akibat banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025.

Kegiatan melalui Program Mahasiswa Berdampak (PMB) itu dimulai 2 Februari dan dijadwalkan berakhir 23 Februari 2026 dengan total 160 jam kerja efektif guna mempercepat pemulihan produksi pertanian pascabencana.

ISI Padangpanjang menurunkan 25 mahasiswa laki-laki dan 25 perempuan dalam program yang dibiayai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Fadhil Muhammad Ihsan, mahasiswa Prodi Televisi dan Film, mengatakan kegiatan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dan pemulihan ekonomi pertanian.

“Kegiatan ini melibatkan 50 mahasiswa yang fokus membantu percepatan pemulihan produksi pertanian dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Fadhil.

Banjir bandang dan longsor menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk putusnya 17 jembatan menuju lahan pertanian di sejumlah titik, sehingga akses warga ke sawah dan kebun terganggu dan produksi terhambat.

Warga sebelumnya membangun jembatan darurat dari bambu dan batu secara gotong royong agar tetap dapat mengakses lahan, namun konstruksi tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua untuk mengangkut bahan dan hasil pertanian berbobot berat.

Kondisi tersebut berdampak pada distribusi sarana produksi dan hasil panen serta menurunkan kapasitas produksi karena perawatan lahan tidak optimal.

Mahasiswa dibimbing Dr. Rustim, S.Pd., M.A, bersama Yatno Karyadi, M.Sn, Wahyu Nova Riski, MGMC, dan Deddy Desmal, M.Sn.

Pembangunan dilakukan di enam titik jalan usaha tani, yakni Sahai, Ampuah, Sariak, Solok, Kincia, dan Lubuak Bonta.

Empat jembatan pertama dibangun di Jorong Ranah dengan menurunkan 12 mahasiswa di tiap titik, meski menghadapi kendala berbeda, seperti akses berbatu tajam di Ampuah, medan curam di Sahai, jarak cukup jauh di Solok, dan arus sungai deras di Sariak.

Pada 12 Februari 2025, empat jembatan di Jorong Ranah dengan panjang rata-rata 10 meter, lebar 120–150 sentimeter, dan tinggi 2–2,5 meter dari permukaan sungai telah dapat dilalui masyarakat.

Pembangunan dilanjutkan ke Jorong Baruah di titik Kincia dan Lubuak Bonta dengan melibatkan seluruh mahasiswa, sehingga dua jembatan tersebut rampung dalam empat hari meski akses menuju Sungai Lanca terjal dan cuaca sering hujan.

Enam jembatan dibangun menggunakan material lokal berupa batu dan bambu serta tambahan kawat dan bronjong yang disediakan ISI Padangpanjang.

Wali Nagari Sungai Landia Refli Suhemi menyediakan tiga posko di Jorong Ranah sebagai tempat tinggal mahasiswa selama kegiatan berlangsung.

Selain pembangunan jembatan, mahasiswa membantu membersihkan jalan dari sisa pasir dan tanah, distribusi bantuan beras bagi warga terdampak, layanan puskesmas dan Posyandu, serta pembersihan masjid menjelang Ramadan.

Mahasiswa berharap jembatan yang dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat masyarakat untuk menunjang distribusi bahan dan hasil produksi pertanian sehingga pemulihan ekonomi berjalan optimal.(Fadhil Muhammad Ihsan, mahasiswa Prodi Televisi dan Film)

Editor : Hendra Efison
#Program Mahasiswa Berdampak #Jembatan Jalan Usaha Tani #isi padangpanjang #Nagari Sungai Landia Agam