Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lebaran 2026, Jalur Lubukbasung–Bukittinggi Ditarget Sudah Fungsional

Putra Susanto • Jumat, 27 Februari 2026 | 12:14 WIB

Bupati Agam Benni Warlis didampingi Kalaksa BPBD Rahmad Lasmono mengikuti Rakor bersama pemerintah daerah se-Sumbar dengan BNPB melalui Zoom Meeting, Kamis (25/12) malam.
Bupati Agam Benni Warlis didampingi Kalaksa BPBD Rahmad Lasmono mengikuti Rakor bersama pemerintah daerah se-Sumbar dengan BNPB melalui Zoom Meeting, Kamis (25/12) malam.

PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Agam menargetkan jalur provinsi Lubukbasung–Bukittinggi dan Malalak–Bukittinggi sudah dapat dimanfaatkan masyarakat saat memasuki Lebaran Idul Fitri 2026.

Saat ini, akses yang sebelumnya terdampak banjir dan longsor itu berangsur pulih dan kembali difungsikan secara bertahap.

Pemulihan dilakukan di sejumlah titik terdampak, terutama pada jalur Sungailandia–Bukittinggi dan ruas Simpang Panta yang sebelumnya sempat terputus akibat material longsoran.

Pembersihan badan jalan telah rampung di beberapa lokasi, disertai pelebaran jalan guna meningkatkan keamanan pengguna.

Bupati Agam Benni Warlis mengatakan pembukaan akses menjadi prioritas pemerintah daerah agar mobilitas masyarakat kembali normal, terutama menjelang meningkatnya aktivitas saat arus mudik Idul Fitri.

Jalur tersebut kini sudah mulai bisa dilalui secara bertahap meski masih bersifat darurat. Pemerintah daerah terus mempercepat penanganan agar kendaraan roda empat dapat melintas dengan aman sebelum Lebaran.

Selain jalur utama, akses alternatif di Kecamatan Malalak juga mulai difungsikan. Saat ini jalan tersebut telah dapat dilalui kendaraan roda dua, sehingga membantu mobilitas warga, terutama untuk aktivitas perdagangan dan distribusi kebutuhan pokok.

Pemkab Agam turut mengapresiasi kerja percepatan yang dilakukan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), yang mengerahkan sekitar 8 hingga 10 unit alat berat di lapangan guna mempercepat pembukaan akses jalan.

“Pembukaan ini memang masih darurat, namun sangat penting untuk memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Target kita, menjelang Lebaran jalur sudah aman dilalui roda empat,” ujar Benni, Rabu (25/2).

Ia menegaskan, seluruh kebutuhan rehabilitasi infrastruktur telah dimasukkan dalam dokumen R3P agar proses perbaikan berjalan menyeluruh dan berkelanjutan, tidak sekadar penanganan sementara.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agam, Roza Syafdefianti, mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kesiapan jalur alternatif menghadapi arus mudik.

Pemkab Agam juga mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintas dan mematuhi arahan petugas di lapangan mengingat sebagian ruas masih dalam tahap perbaikan.

Bupati sendiri telah turun langsung meninjau jalur Sungailandia–Bukittinggi dan ruas Simpang Panta, serta Malalak pada Rabu (25/2) lalu.

Usai memastikan kesiapan akses jalan, jajaran pemerintah daerah turut meninjau progres pembangunan hunian sementara (huntara) di Bancah, Kecamatan Ampekoto, bagi 33 kepala keluarga terdampak bencana.

Pengerjaan huntara disebut telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan mulai dihuni dalam waktu dekat.

15 SD sudah Teken Kontrak

Sementara itu, bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam sejak November 2025 lalu meninggalkan dampak serius terhadap sektor pendidikan.

Tak hanya infrastruktur umum, puluhan fasilitas sekolah ikut rusak, memaksa proses belajar-mengajar berjalan dalam kondisi darurat.

Ruang kelas, perpustakaan hingga sarana penunjang pendidikan mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor yang dipicu curah hujan tinggi di sejumlah wilayah.

Akibatnya, aktivitas belajar siswa sempat terganggu dan sebagian sekolah harus menyesuaikan sistem pembelajaran sementara.

Pemerintah Kabupaten Agam bergerak cepat melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan, sekaligus mengajukan bantuan revitalisasi ke pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Dari total 31 Sekolah Dasar (SD) terdampak, sebanyak 15 sekolah kini telah memasuki tahap penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS), sebagai langkah awal pelaksanaan rehabilitasi fisik.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agam, Fadli S, mengatakan percepatan itu tidak lepas dari komitmen pemerintah daerah dalam mengawal pemulihan pendidikan pascabencana.

“Dari 31 SD terdampak, 15 sekolah sudah PKS. Sementara 17 sekolah reguler masih berproses. Kami bahkan jemput bola langsung ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar prosesnya tidak berlarut,” ujar Fadli, Kamis (26/2).

Selain itu, terdapat 32 sekolah lain yang juga berada dalam tahap progres penanganan, baik administrasi maupun teknis di lapangan.

Menurut Fadli, seluruh dana revitalisasi bersumber dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), sebagai bentuk perhatian terhadap sekolah-sekolah terdampak bencana di Agam.

“Dana revitalisasi langsung dari kementerian. Kami di dinas terus memacu agar realisasinya tepat waktu,” katanya.

Terpisah, Kepala Disdikbud Agam, Andri, menegaskan pemulihan sektor pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia menilai anak-anak tidak boleh terlalu lama menjalani proses belajar dalam keterbatasan.

“Kami bergerak cepat karena siswa tidak boleh terlalu lama belajar dalam kondisi darurat. Koordinasi dengan pusat terus kami intensifkan agar pembangunan segera berjalan,” ujar Andri.

Meski demikian, tantangan masih tersisa. Empat sekolah harus direlokasi karena lokasi lama dinilai tidak lagi aman dari ancaman bencana. Keempat sekolah tersebut yakni SDN 09 Bancah, SDN 14 Labuah, SDN 15 Sungaitaleh, dan SDN 08 Duriankapeh.

Khusus SDN 14 Labuah, dukungan juga datang dari para perantau yang ikut menggalang dana untuk membantu penyediaan lahan relokasi.

“Alhamdulillah, perantau ikut berkontribusi. Ini bentuk solidaritas terhadap pendidikan di kampung halaman,” katanya.

Saat ini Pemkab Agam terus mendorong percepatan penyediaan lahan agar pembangunan fisik segera dimulai.

Dengan kolaborasi pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat, seluruh sekolah terdampak ditargetkan kembali beroperasi normal dalam waktu dekat. (ptr)

Baca Juga: ART Indonesia–AS Disorot, Sertifikasi Halal Dinilai Terancam dan Industri Alas Kaki Berpeluang Ekspor

Editor : Novitri Selvia
#Benni Warlis #Idul fitri 2026 #Jalur Lubukbasung Bukittinggi #Roza Syafdefianti