Longsor terjadi di KM 82+800, Nagari Malalak Timur. Material tanah dan batu menutup badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas hingga Rabu (4/3) pagi.
Pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pihak HKI yang tengah mengerjakan proyek Jalan Simaka untuk menurunkan alat berat ke lokasi. Sejak pagi, alat berat mulai bekerja membersihkan timbunan material longsor guna membuka kembali akses lalu lintas yang menghubungkan kawasan Malalak dengan Sicincin dan Balingka.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan berdasarkan konfirmasi dengan Sekretaris Nagari Malalak Timur, kondisi jalan sekitar pukul 08.00 masih tertutup material longsor meski alat berat telah berada di lokasi.
”Jalan masih tertutup material, alat berat sudah di lokasi. Pihak nagari sedang menuju lokasi untuk melihat kondisi akhir,” ujarnya, Rabu (4/3).
Namun hingga sore hari, BPBD Agam mengaku belum memperoleh perkembangan terbaru dari lapangan karena pihak nagari belum dapat dihubungi. ”Masih menunggu, tadi pihak nagari belum bisa terhubung,” kata Abdul Ghafur saat dikonfirmasi sekitar pukul 17.25.
Informasi terbaru kemudian diterima BPBD Agam dari pihak kecamatan pada pukul 17.41. Disebutkan, material longsor telah berhasil dibersihkan sekitar pukul 17.00 sehingga badan jalan kembali terbuka.
Meski demikian, kondisi jalan dilaporkan masih sangat licin akibat hujan lebat yang kembali mengguyur kawasan tersebut pada sore hari. Pengguna jalan diminta tetap berhati-hati saat melintas serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan di sepanjang kawasan perbukitan Malalak.
Hingga berita ini diturunkan, jalur Sicincin–Malalak–Balingka sudah dapat dilalui secara terbatas, namun kondisi jalan masih rawan dan memerlukan kewaspadaan tinggi dari pengendara. (*)
Editor : Eri Mardinal