Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dari Pasaman ke Agam, Heri Prasetyo Pimpin Dinas Pertanian

Putra Susanto • Selasa, 2 Juni 2026 | 16:29 WIB
AMBIL SUMPAH JABATAN: Bupati Agam Benni Warlis melantik dan mengambil sumpah jabatan Heri Prasetyo Wibowo sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam di Masjid Agung Nurul Falah, Lubukbasung, Selasa (2/6). (Putra/Padek)
AMBIL SUMPAH JABATAN: Bupati Agam Benni Warlis melantik dan mengambil sumpah jabatan Heri Prasetyo Wibowo sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam di Masjid Agung Nurul Falah, Lubukbasung, Selasa (2/6). (Putra/Padek)

PADEK.JAWAPOS.COM-Bupati Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah melantik Heri Prasetyo Wibowo sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam di Masjid Agung Nurul Falah, Lubukbasung, Senin (1/6). Pelantikan itu menandai berakhirnya kekosongan jabatan setelah kepala dinas sebelumnya, Arief Restu, memasuki masa pensiun per 1 Juni 2026.

Pelantikan dihadiri Sekretaris Kabupaten Agam Luthfi AR, unsur Forkopimda, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Agam. Dalam sambutannya, Benni menegaskan pelantikan pejabat sengaja dilakukan di masjid agar sumpah jabatan yang diucapkan memiliki makna spiritual yang kuat.

“Ketika mengucapkan sumpah di rumah Allah, ini sangat mengikat. Ada komitmen nilai-nilai tauhid kepada Allah. Jabatan ini bukan hanya amanah kepada pemerintah, tetapi juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT,” katanya.

Baca Juga: SPMB SD dan SMP Kota Padang 2026 Dibuka 22 Juni, Cek Jadwal dan Link Pendaftarannya

Benni menjelaskan, pengangkatan Heri Prasetyo Wibowo merupakan hasil seleksi terbuka yang dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan. Proses dimulai dari pengumuman, pendaftaran, seleksi administrasi, penelusuran rekam jejak, wawancara hingga penetapan calon terpilih.

Dari delapan peserta yang mendaftar, seleksi mengerucut menjadi tiga nama terbaik. Seluruh tahapan diumumkan secara terbuka kepada publik.

“Pak Heri memperoleh nilai tertinggi. Beliau berasal dari Pemerintah Kabupaten Pasaman. Rekam jejaknya juga baik dan tidak ada persoalan. Ini bentuk transparansi yang kita jalankan,” ujarnya.

Namun, pelantikan itu sekaligus dibarengi sederet pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan kepala dinas baru. Benni menyebut Dinas Pertanian merupakan salah satu OPD terbesar dengan cakupan urusan yang luas, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan hingga peternakan.

Baca Juga: Semen Padang Jadikan Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan di Tengah Tantangan Global

Menurutnya, tantangan utama adalah mewujudkan visi peningkatan kesejahteraan petani melalui sektor pertanian yang lebih produktif dan berdaya saing.

Selain produksi, persoalan pemasaran hasil pertanian juga menjadi perhatian serius. Pemkab Agam mendorong pembangunan subterminal agribisnis agar akses pasar semakin dekat dengan petani.

“Mau tidak mau kita harus memiliki subterminal agribisnis untuk mendekatkan pasar kepada petani. Jangan sampai petani kesulitan menjual hasil panennya,” tegas Benni.

Baca Juga: Kintani Putri Meriahkan Pembukaan DCL 2026, Dharmasraya Padukan Olahraga dan Hiburan dalam Satu Panggung

Di sisi lain, sektor pertanian Agam saat ini juga tengah menghadapi masa transisi pascabencana. Pemerintah sedang melakukan rehabilitasi lahan sawah, jaringan irigasi dan dam parit yang rusak akibat bencana beberapa waktu lalu.

Benni menyebut rehabilitasi tahap pertama telah mencakup sekitar 311 hektare lahan pertanian, sementara tahap kedua akan menyasar sekitar 250 hektare lagi.

Selain itu, ancaman kekeringan yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan juga harus diantisipasi. Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian menyelaraskan program daerah dengan program pompanisasi yang digulirkan Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Penggerebekan di Kampungtangah, Pengedar Dibekuk, 6 Paket Sabu Disita

“Di tengah keterbatasan anggaran, berdayakan seluruh potensi yang ada. Libatkan penyuluh, pakar pertanian dan seluruh sumber daya yang dimiliki agar program berjalan optimal dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada lahan pertanian yang dibiarkan terlantar. Menurutnya, petani harus didorong menyesuaikan pola tanam dengan kondisi lapangan.

“Jangan biarkan lahan-lahan tidur. Jika sulit air untuk padi, alihkan ke komoditas lain seperti jagung atau kedelai. Yang penting lahannya tetap produktif,” pesannya.

Baca Juga: Penggerebekan di Kampungtangah, Pengedar Dibekuk, 6 Paket Sabu Disita

Pelantikan tersebut sekaligus menjadi awal tugas berat bagi Heri Prasetyo Wibowo untuk mengawal sektor pertanian Agam di tengah tantangan bencana, keterbatasan anggaran dan tuntutan peningkatan kesejahteraan petani. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#Heri Prasetyo #Benni Warlis #pelantikan