UNP Petakan Risiko Bencana Koto Malintang, Jalur Evakuasi Disiapkan

Hendra Efison • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:48 WIB
UNP memetakan risiko bencana dan jalur evakuasi di Koto Malintang, Agam, sekaligus membekali warga dengan simulasi tanggap darurat.
UNP memetakan risiko bencana dan jalur evakuasi di Koto Malintang, Agam, sekaligus membekali warga dengan simulasi tanggap darurat.

AGAM, PADEK.JAWAPOS.COM— Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan pemetaan lanskap risiko bencana dan jalur evakuasi di Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) melalui tema integrasi eco-disaster literacy dan pemetaan lanskap berbasis ekologi dengan melibatkan pemuda sebagai bagian dari ketahanan bencana nagari.

Program yang dipimpin Fitri Olvia Rahmi, M.Pd., itu berlangsung di Ruang Pertemuan Nagari Koto Malintang. Kegiatan didanai melalui hibah Rencana Kinerja Anggaran Tahunan (RKAT) Universitas Negeri Padang.

Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi wilayah berisiko, jalur aliran air, lokasi yang perlu dihindari, serta jalur dan titik evakuasi yang aman.

Pemetaan Jadi Dasar Kesiapsiagaan

Ketua Tim Pengabdian Fitri Olvia Rahmi mengatakan peta yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat digunakan masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.

Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi dan karakter wilayah sebelum bencana diperlukan agar masyarakat dapat menentukan arah evakuasi dan mengambil keputusan secara cepat ketika menghadapi keadaan darurat.

Sesi pemetaan lanskap risiko bencana disampaikan Reki Kardiman, Ph.D. Ia menjelaskan pemetaan tersebut mencakup informasi mengenai jalur evakuasi dan kawasan rawan di Nagari Koto Malintang.

Sesi berikutnya menghadirkan Fauzan Azima, S.T., dengan materi pengenalan risiko bencana lokal, pertolongan pertama pada korban bencana, serta simulasi tanggap darurat.

Karang Taruna Ikuti Simulasi

Setelah materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung oleh perwakilan peserta dari Karang Taruna yang tergabung dalam kelompok Kampung Siaga Bencana (KSB) Nagari Koto Malintang.

Peserta mempraktikkan simulasi evakuasi korban bencana dengan arahan pemateri. Kegiatan juga diikuti sesi diskusi yang diisi tanggapan dan pertanyaan dari peserta.

Dua sesi tersebut dirancang untuk menghubungkan pemahaman mengenai kondisi lingkungan dengan kemampuan kesiapsiagaan dan tanggap darurat masyarakat.

UNP dan PLN Serahkan Peralatan

Untuk mendukung keberlanjutan program, tim pengabdian UNP berkolaborasi dengan PLN UBP Bukittinggi melalui program PLN Peduli menyerahkan sejumlah bantuan operasional kepada masyarakat.

Bantuan tersebut terdiri atas dua unit peta lanskap Nagari Koto Malintang, dua unit tandu darurat, dan empat unit perlengkapan darurat (emergency kit).

Penyerahan fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana.

Wali Nagari Koto Malintang Hendra Yanto menyambut kegiatan pengabdian tersebut. Pihak nagari berharap kerja sama dengan UNP dan dukungan PLN UBP Bukittinggi dapat terus berlanjut dalam program mitigasi bencana maupun pemulihan lingkungan.

Peta Diharapkan Terus Diperbarui

Fitri Olvia Rahmi berharap hasil kegiatan dan fasilitas yang diberikan tetap dimanfaatkan setelah program pengabdian berakhir.

Peta diharapkan dapat terus digunakan dan diperbarui, sementara peralatan kebencanaan dirawat dan digunakan ketika dibutuhkan. Pengetahuan yang diperoleh peserta juga diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat lainnya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan masyarakat Nagari Koto Malintang melalui pemetaan risiko, kesiapsiagaan, serta keterampilan tanggap darurat berbasis kondisi lokal.(*)

Editor : Hendra Efison
pemetaan lanskap unp mitigasi bencana Koto Malintang jalur evakuasi