PADEK.JAWAPOS.COM — Bupati Agam Benni Warlis melantik 60 pejabat di lingkungan Pemkab Agam. Pelantikan berlangsung di masjid itu mencakup lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), 36 Pejabat Administrator (Eselon III), 16 Pejabat Pengawas (Eselon IV), serta tiga kepala sekolah.
Lima pejabat Eselon II yang dilantik yakni Rio Eka Putra sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Agam.
Roza Linda sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Budi Perwira Negara sebagai Kepala Dinas Perhubungan; Hamdi sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan; serta Roza Syafdefianti sebagai Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan.
Benni menjelaskan, pelantikan di masjid dipilih untuk mengingatkan pejabat agar menjadikan nilai-nilai ketuhanan sebagai landasan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Jabatan ini adalah amanah, dan setiap amanah akan dimintai pertanggungjawabannya, tidak hanya di hadapan masyarakat, tetapi kelak di hadapan Allah Azza wa Jalla,” tegasnya.
Menurut Benni, sumpah jabatan yang diucapkan di rumah ibadah harus menjadi pengingat bahwa setiap keputusan dan tindakan pejabat memiliki konsekuensi moral.
Karena itu, ia meminta para pejabat meluruskan niat dan menjadikan jabatan sebagai jalan pengabdian.
Pejabat Diminta Utamakan Kepentingan Masyarakat
Kepada lima pejabat pimpinan tinggi pratama, Benni mengatakan pengangkatan tersebut merupakan hasil proses uji kompetensi.
Ia menilai para pejabat memiliki kemampuan profesional untuk memimpin organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing.
Namun, kemampuan itu harus diiringi ketakwaan, integritas, dan profesionalisme. Ia mengingatkan bahwa setiap pemimpin bertanggung jawab atas kepemimpinannya.
“Jangan pernah mempersulit urusan rakyat. Jadilah pemimpin yang melayani, bukan dilayani,” pesannya.
Benni juga meminta para pejabat menjauhkan diri dari sifat tamak, menjaga integritas, serta memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, kepada 36 pejabat administrator, termasuk enam camat yang dilantik, ia menekankan pentingnya kapasitas dan amanah.
Administrator dinilai berperan menerjemahkan kebijakan pimpinan menjadi program dan kegiatan yang dirasakan langsung masyarakat.
Benni menyebut dua prinsip yang perlu dipegang, yakni Al-Qawiyyu dan Al-Amin. Al-Qawiyyu berarti kuat dalam kapasitas, kecerdasan menyelesaikan persoalan, kecepatan bertindak, dan kemampuan berinovasi.
Adapun Al-Amin berarti amanah dan jujur dalam menjalankan tanggung jawab.
Ia meminta administrator mengelola anggaran secara transparan, memimpin bawahan dengan keteladanan, serta menaati aturan dalam pengelolaan keuangan negara.
Enam Camat Diminta Turun ke Lapangan
Khusus kepada enam camat, Benni meminta mereka hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya menjalankan urusan administratif dari balik meja.
Ia menyampaikan tiga arahan utama. Pertama, camat harus turun ke lapangan, membangun komunikasi dengan masyarakat, alim ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, serta mendengarkan aspirasi warga.
Kedua, camat diminta menjadi pemersatu dan pemberi solusi ketika menghadapi konflik sosial maupun persoalan masyarakat. Penyelesaian masalah harus dilakukan secara bijaksana dengan merangkul pihak-pihak yang terlibat.
Ketiga, camat harus menjaga integritas dan menjadi teladan dalam pelayanan publik serta administrasi pemerintahan di tingkat kecamatan.
Menurut Benni, perilaku camat turut memengaruhi penilaian masyarakat terhadap kredibilitas pemerintah daerah.
Pejabat Pengawas dan Kepala Sekolah Punya Tanggung Jawab Moral
Kepada 16 pejabat pengawas, Benni menekankan pentingnya pelayanan yang tulus.
Mereka dinilai berada di garis depan pelaksanaan urusan teknis dan administrasi sehari-hari, mulai dari pemrosesan berkas hingga penyelesaian kebutuhan masyarakat.
“Layani masyarakat dengan niat tulus, karena Allah melihat setiap gerak-gerik kita,” pesannya.
Ia mengajak para pejabat memandang pelayanan kepada warga sebagai kesempatan berbuat baik. Dengan demikian, pelayanan publik tidak hanya menjadi kewajiban kedinasan, tetapi juga bagian dari ibadah.
Pesan khusus juga disampaikan kepada tiga kepala sekolah yang turut dilantik.
Benni meminta mereka menyeimbangkan pencapaian akademik dengan pembentukan karakter, moral, dan spiritual peserta didik.
“Jangan biarkan sekolah yang saudara pimpin hanya pintar secara kognitif, tetapi rapuh secara moral dan spiritual,” tegasnya.
Para kepala sekolah diminta menanamkan akidah yang lurus, membiasakan nilai-nilai keagamaan, serta membentengi peserta didik dari kenakalan remaja dan pengaruh negatif perkembangan zaman.
Menutup arahannya, Benni menegaskan bahwa jabatan bukan kemenangan yang patut disambut dengan kesombongan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Ia meminta seluruh pejabat bekerja keras, cerdas, ikhlas, dan tuntas demi kemaslahatan masyarakat serta kemajuan Kabupaten Agam.
Benni juga mengapresiasi dukungan pasangan dan keluarga para pejabat. Menurutnya, keluarga berperan penting dalam menjaga ketegaran, kejujuran, dan integritas pejabat selama menjalankan tugas pemerintahan.
Ia berharap keluarga terus memberikan dukungan sekaligus mengingatkan apabila pejabat mulai lalai menjalankan amanah.(*)
Editor : Hendra Efison