Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SSB Parak Jariang, Tampat Durian, Koronggadang, Kuranji: Menyemai Mimpi, Mencetak Karakter, Mengejar Masa Depan

Jufri Jao • Senin, 13 April 2026 | 11:22 WIB
Ardian Adi Tores dan Patrianto sedang mengajarkan passing kepada anak-anak  Sekolah Sepak Bola (SSB) Parak Jariang (Persepaja) 06, Sabtu ( 11/4)  di lapangan Parak Jariang, Koronggadang, Kuranji. (JUFRI JAO/PADEK)
Ardian Adi Tores dan Patrianto sedang mengajarkan passing kepada anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) Parak Jariang (Persepaja) 06, Sabtu ( 11/4) di lapangan Parak Jariang, Koronggadang, Kuranji. (JUFRI JAO/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM - Di bawah terik matahari di Lapangan Parak Jariang, Tampat Durian, Koronggadang, Kecamatan Kuranji, puluhan anak tampak berlatih sepak bola dengan penuh semangat. Dengan fasilitas yang serba sederhana, mereka tetap berlari, mengolah bola, dan menatap masa depan yang mereka impikan.

Dari luar lapangan, para orang tua setia menyaksikan setiap gerakan anak-anak mereka. Tatapan penuh harap itu seolah menjadi doa yang terus mengalir tanpa henti.

Puluhan anak tersebut tergabung dalam Sekolah Sepak Bola (SSB) Persatuan Sepak Bola Parak Jariang (Persepaja) 06. Meski dengan perlengkapan sederhana, semangat mereka tetap tinggi.

Di sela latihan, terdengar canda kecil, namun instruksi pelatih tetap dijalankan dengan serius. “Oi, lihat ke sini! Ke mana arah lari? Jangan asal bergerak, nanti tidak paham,” teriak Ardian Adi Tores, salah seorang pelatih, kepada anak-anak yang masih bercengkerama.

Tak lama kemudian, ia kembali memberi instruksi, “Ulang! Passing harus cepat dan datar, arahkan bola ke gawang!”

Tores, begitu sapaan akrab Ardian Adi Tores mantan pemain PSP Padang menjelaskan, SSB Persepaja 06 telah memiliki kepengurusan resmi dan terdaftar di Askot PSSI Kota Padang. SSB ini juga merupakan bagian dari kegiatan ekstrakurikuler MIN 6 Kota Padang.

Baca Juga: Persis Solo Kalahkan Semen Padang FC 2-1, Kabau Sirah Makin Terpuruk di Zona Degradasi

Di luar kegiatan sekolah, SSB ini dirancang sebagai akademi pembinaan usia dini. Dalam dunia sepak bola, akademi bukan hanya tempat melatih teknik, fisik, dan taktik, tetapi juga membentuk mental serta karakter pemain sejak usia dini.

“Seperti SMA 5 Padang untuk tingkat SMA, kami berharap MIN 6 ini bisa menjadi basis akademi seperti itu untuk tingkat SMP,” katanya.

Ia menambahkan, SSB ini tidak hanya untuk siswa MIN 6 Padang, tetapi juga bagi anak-anak lain yang ingin mengembangkan bakat sepak bola secara serius.
“Alhamdulillah, sudah ada anak yang terpantau hingga Kejurnas U-13. Ada tiga pemain yang terlihat potensinya saat memperkuat klub Sungai Buluh, Pariaman beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Mantan pemain nasional era Rahmad Darmawan itu berharap, anak-anak binaannya kelak bisa tampil di ajang Suratin, Liga Askot, hingga menembus level yang lebih tinggi, bahkan tim nasional.


Menariknya, SSB Persepaja 06 tidak hanya fokus pada kemampuan teknis. Anak-anak usia 8 hingga 11 tahun juga dibina dalam hal adab dan karakter.
“Sepak bola bukan hanya soal skill, tetapi juga adab. Sikap terhadap guru, teman, dan lawan itu sangat penting,” jelasnya.
Ia tidak ingin nanti, anak-anak SSB ini bermain kasar  dan mencederai lawan. Makanya perlu pembinaan adab dan karakter.

 “ Hal ini perlu ditanamkan sejak dini, kita tidak ingin melihat kaki menendang dada, seperti yang juga terjadi di sepak bola kita baru- baru ini,” ujarnya.
Di sisi  lapangan, para orang tua tampak setia menunggu. Sesekali mereka bersorak kecil saat anaknya berhasil mengolah bola dengan baik. Dukungan itu menjadi energi tambahan bagi para pemain muda.

Baca Juga: BOM Run 2026 Diluncurkan, Wawako Padang Dorong Gaya Hidup Sehat dan Wisata

“Semangat anak-anak ini tidak hanya datang dari mereka sendiri, tetapi juga dari orang tua yang selalu hadir mendukung,” ujar Patrianto, yang juga salah seorang pelatih di SSB Persepaja 06.

Menurutnya, pembinaan tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan keluarga. Kehadiran orang tua menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental anak-anak. “Kami tidak bisa sendiri. Dukungan orang tua sangat diperlukan agar anak-anak ini benar-benar berkembang,” tambahnya.

Tores dan Patrianto merupakan dua diantara puluhan dan mungkin ratusan  mantan pemain sepak bola profesional Kota Padang yang kini memilih mengabdikan diri melatih generasi muda. Mereka mengaku menjalani peran ini dengan penuh keikhlasan.

“Kami ikhlas. Ini bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam mengurangi kenakalan remaja,” ujar Patrianto.

Ia menambahkan, melalui kegiatan positif seperti sepak bola, anak-anak diharapkan lebih banyak menghabiskan waktu untuk yang bermanfaat dan terhindar dari aktivitas negatif. “Kalau sudah lelah berlatih, mereka akan istirahat di rumah. Itu lebih baik daripada berkeliaran tanpa arah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite MIN 6 Kota Padang, Rahmat Hidayat, menyampaikan apresiasi atas keberadaan SSB Persepaja 06.

“Ini bagian dari ekskul MIN 6 Padang. Kami berharap kegiatan ini memberi dampak positif bagi anak-anak,” ujarnya.

Di lapangan sederhana itu, mimpi-mimpi besar tengah dirawat. Bukan hanya tentang menjadi pemain hebat, tetapi juga tentang tumbuh menjadi pribadi yang beradab, disiplin, dan berkarakter. (Jufri Jao)

Editor : Adriyanto Syafril
#sepak bola