PADEK.JAWAPOS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof DR MA Hanafiah Batusangkar menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pengunjung poliklinik, Kamis (16/4).
Sosialisasi kali ini mengangkat tema “Parkinson” guna meningkatkan kesadaran warga terhadap gangguan saraf degeneratif tersebut.
Direktur RSUD Prof DR MA Hanafiah Batusangkar, dr. Nurman Eka Putra, menyampaikan penyuluhan ini merupakan agenda tetap yang dilaksanakan setiap hari Kamis di area poli rawat jalan. Menurutnya, langkah ini adalah komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang komprehensif.
“Kegiatan ini adalah agenda rutin kami setiap Kamis. Tujuannya agar RSUD tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga pusat edukasi klinis secara langsung kepada masyarakat. Selain melalui tatap muka seperti ini, kami juga masif melakukan edukasi melalui media social seperti Facebook, Instagram, dan TikTok agar jangkauan informasinya lebih luas,” ujar dr. Nurman.
Ia juga menambahkan bahwa tema yang diangkat setiap minggunya selalu berganti sesuai dengan kebutuhan informasi masyarakat.
“Minggu lalu, kami melaksanakan penyuluhan dengan tema kelainan gigi pada ibu hamil, dan hari ini kita fokus pada kesehatan saraf yaitu Parkinson,” tambahnya.
Hadir sebagai narasumber utama, Dokter Spesialis Saraf RSUD Prof DR MA Hanafiah Batusangkar, dr. Husni Minanda Fikri, Sp.N. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci mengenai mekanisme terjadinya penyakit yang menyerang sistem saraf pusat ini kepada puluhan pasien dan keluarga yang hadir.
“Penyakit Parkinson merupakan gangguan degeneratif saraf progresif yang mempengaruhi kontrol gerakan dan keseimbangan. Hal ini dipicu oleh kerusakan sel otak pada bagian substansia nigra yang mengakibatkan produksi dopamin menurun drastis,” ujar dr. Husni di hadapan para peserta penyuluhan.
Lebih lanjut, dr. Husni memaparkan gejala Parkinson seringkali muncul secara bertahap sehingga kerap diabaikan oleh penderita. Ia menekankan meskipun umumnya menyerang usia di atas 60 tahun, sekitar 5 hingga 10 persen kasus justru ditemukan pada individu di bawah usia 50 tahun.
“Masyarakat perlu waspada terhadap gejala utama seperti tremor atau getaran pada tangan saat beristirahat, gerakan tubuh yang mulai melambat atau bradykinesia, hingga kekakuan otot yang memicu rasa nyeri,” tambahnya.
Terkait faktor risiko, dr. Husni menegaskan hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan Parkinson secara total, namun kualitas hidup pasien dapat dijaga dengan penanganan yang tepat. “Kuncinya adalah deteksi dini, terapi medis yang rutin, dan dukungan penuh dari keluarga,” tegasnya dalam sesi tanya jawab.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan pemberian doorprize kepada sejumlah pasien yang aktif berdiskusi. Langkah ini dilakukan manajemen RSUD sebagai bentuk apresiasi sekaligus memotivasi pasien untuk terus menjaga pola hidup sehat dan rutin melakukan kontrol kesehatan. (cc8)
Editor : Adriyanto Syafril