PADEK.JAWAPOS.COM - RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam membangun kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, penelitian, hingga pengembangan inovasi medis.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui penandatanganan sejumlah kerja sama strategis dalam rangkaian Kunjungan Kerja dan Kuliah Umum Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, yang berlangsung di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Kampus Jati, Selasa (12/5).
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas secara langsung menandatangani nota kesepahaman bersama sejumlah mitra strategis dari berbagai bidang.
Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi langkah nyata rumah sakit UPT Kementerian Kesehatan Republik Indonesia itu dalam memperluas jejaring kolaborasi guna mendukung penguatan sumber daya manusia kesehatan, pengembangan riset, inovasi teknologi medis, hingga peningkatan layanan unggulan bagi masyarakat.
Adapun kerja sama yang dijalin meliputi kemitraan dengan Kolegium Keperawatan terkait pengembangan kompetensi tenaga keperawatan, Kolegium Patologi Anatomi terkait pelaksanaan fellowship dokter spesialis patologi anatomi, serta kerja sama dengan PT Crown Teknologi Indonesia terkait riset dan pengembangan produk diagnostik berbasis molekuler.
Selain itu, RSUP Dr. M. Djamil juga menjalin kerja sama dengan PT Kranium Mukti Utama terkait layanan bank jaringan serta dengan RS Royal Prima Medan dalam pengampuan layanan transplantasi ginjal.
Penandatanganan tersebut turut disaksikan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benjamin Paulus Octavianus, Ketua Konsil Kesehatan Indonesia drg. Arianti Anaya, MKM, Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, Ph.D, serta Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat dr. Aklima, MPH.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas mengatakan, kolaborasi yang terus dibangun merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan rumah sakit dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks dan dinamis.
“Penandatanganan kerja sama ini merupakan bentuk komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik institusi pendidikan, organisasi profesi, dunia industri, maupun sesama rumah sakit. Kami meyakini kemajuan pelayanan kesehatan tidak dapat dibangun sendiri, tetapi harus melalui sinergi yang kuat, saling mendukung, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta keselamatan pasien,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama yang dibangun tidak hanya bersifat administratif semata, tetapi harus mampu menghadirkan implementasi nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan riset, percepatan transfer teknologi, hingga pengembangan layanan kesehatan yang lebih komprehensif bagi masyarakat.
“Melalui kemitraan ini, kami ingin memastikan RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya menjadi rumah sakit rujukan nasional, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pusat riset, serta pusat pengembangan layanan kesehatan unggulan di Sumatera dan Indonesia. Kolaborasi ini menjadi investasi jangka panjang untuk menghadirkan pelayanan yang semakin maju, adaptif, dan berkelas internasional,” tambahnya.
Ia menambahkan, momentum tersebut sekaligus menegaskan posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama yang aktif membangun ekosistem kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan agenda transformasi kesehatan nasional yang saat ini terus digencarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril