PADEK.JAWAPOS.COM -- Rumah Sakit (RS) M. Djamil Padang terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.
Salah satu inovasi terbaru yang dihadirkan adalah Hospital Schooling, sebuah program pendidikan bagi pasien anak yang tetap memungkinkan mereka belajar selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Program yang berlokasi di Gedung Kebidanan dan Anak Lantai 1 ini merupakan bentuk kepedulian RS M. Djamil terhadap keberlangsungan pendidikan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak yang harus menjalani pengobatan dalam jangka waktu tertentu.
Dalam pelaksanaannya, Hospital Schooling melibatkan para relawan dari Aruna yang mendampingi pasien anak melalui berbagai kegiatan belajar dan bermain yang dikemas secara edukatif serta menyenangkan.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Anak RS M. Djamil, dr. Asrawati, M.Biomed., Sp.A(K), Subsp. TKPS, mengatakan program tersebut dirancang agar anak-anak yang menjalani perawatan tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
“Hospital Schooling RS M. Djamil dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasien anak yang dirawat dalam waktu cukup lama sehingga pendidikannya tidak terhalang. Yang kami utamakan adalah mengurangi rasa cemas anak selama menjalani perawatan agar mereka tidak mengalami stagnasi dalam pendidikannya. Program ini juga membantu anak menerima kondisinya serta menumbuhkan motivasi untuk pulih,” ujarnya.
Menurut dr. Asrawati, metode pembelajaran di Hospital Schooling berbeda dengan kegiatan belajar di ruang kelas. Seluruh aktivitas disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien sehingga proses belajar berlangsung secara fleksibel tanpa membebani anak.
Kegiatan dikemas melalui berbagai permainan edukatif dan aktivitas kreatif yang mampu membuat anak tetap antusias belajar sekaligus menikmati masa perawatan.
“Anak-anak yang sedang menjalani pengobatan memiliki kondisi yang berbeda-beda. Karena itu, pembelajaran dilakukan secara bertahap dan menyenangkan. Kami ingin mereka tetap merasa sebagai anak-anak yang bisa belajar, bermain, dan berinteraksi, bukan hanya sebagai pasien yang sedang menjalani perawatan,” jelasnya.
Selain memberikan materi pembelajaran tematik, Hospital Schooling juga berfokus pada pengembangan aspek emosional, psikologis, dan kemampuan sosial anak.
Keberadaan relawan Aruna dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program karena mampu menciptakan suasana yang hangat, nyaman, dan penuh semangat selama proses pendampingan berlangsung.
“Kami juga memberikan pendidikan yang mendukung pematangan emosional, psikologis, serta kemampuan interaksi sosial anak. Harapannya, ketika mereka kembali ke sekolah dan lingkungan masyarakat, proses adaptasinya dapat berjalan lebih baik karena perkembangan emosional dan sosialnya tetap terjaga selama dirawat,” katanya.
Tak hanya memberikan manfaat bagi pasien anak, program ini juga berdampak positif bagi orang tua yang mendampingi selama masa pengobatan.
Melalui berbagai aktivitas bersama, hubungan emosional antara orang tua dan anak menjadi lebih erat sekaligus membantu mengurangi tekanan psikologis yang sering muncul ketika anak menjalani perawatan di rumah sakit.
“Bagi orang tua, program ini menjadi kesempatan untuk berinteraksi dan bermain langsung dengan anak selama berada di rumah sakit sehingga dapat mengurangi rasa stres dan tekanan akibat proses pengobatan,” tambah dr. Asrawati.
Ia berharap Hospital Schooling dapat terus berkembang sehingga mampu menjangkau lebih banyak pasien anak yang membutuhkan layanan serupa.
Menurutnya, program tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga kualitas tumbuh kembang anak, sehingga proses penyembuhan dapat berjalan beriringan dengan pendidikan dan perkembangan psikososial mereka.
“Semoga apa yang kami lakukan benar-benar dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Melalui Hospital Schooling, kami ingin memastikan bahwa proses penyembuhan berjalan seiring dengan proses belajar, bermain, dan perkembangan anak sehingga masa depan mereka tetap terjaga,” tuturnya.
Melalui inovasi Hospital Schooling, RS M. Djamil menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan penyakit, tetapi juga memperhatikan aspek pendidikan, kesehatan mental, serta kualitas hidup pasien anak.
Program ini menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang lebih humanis dengan memastikan setiap anak tetap memiliki kesempatan belajar, berkembang, dan tumbuh secara optimal meski sedang menjalani perawatan. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril