PADEK.JAWAPOS.COM -- Rumah Sakit (RS) M. Djamil Padang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi masyarakat melalui kegiatan edukasi yang berkelanjutan.
Sebagai rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, RS M. Djamil menggelar penyuluhan kesehatan bertema keluarga berencana (KB) di Poliklinik Kebidanan, Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, beberapa waktu lalu.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan tersebut diikuti oleh pasien, keluarga pasien, serta masyarakat yang tengah menunggu pelayanan kesehatan di lingkungan rumah sakit.
Penyuluhan menghadirkan narasumber Dr. dr. Ferdinal Ferry, Sp.OG., Subsp. Obginsos, yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya program keluarga berencana sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu, anak, dan keluarga.
Dalam pemaparannya, Dr. Ferdinal menjelaskan bahwa keluarga berencana merupakan upaya untuk mengatur jumlah anak serta jarak kehamilan sehingga kesehatan ibu tetap terjaga, tumbuh kembang anak lebih optimal, dan kesejahteraan keluarga dapat meningkat.
“Keluarga berencana adalah upaya mengatur jumlah dan jarak kehamilan agar kesehatan ibu tetap terjaga, anak tumbuh optimal, dan kualitas hidup keluarga menjadi lebih baik,” ujar Dr. Ferdinal Ferry.
Ia menambahkan, program keluarga berencana tidak hanya bertujuan mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan ibu.
Menurutnya, penggunaan alat kontrasepsi secara tepat dapat membantu mencegah anemia, menjaga kesehatan organ reproduksi, mengurangi risiko perdarahan saat persalinan, meningkatkan akses ibu terhadap pelayanan kesehatan, serta mendukung terciptanya keharmonisan dalam keluarga.
“Melalui program keluarga berencana, ibu memiliki kesempatan mempersiapkan kehamilan dengan kondisi fisik yang lebih sehat sehingga risiko komplikasi selama kehamilan maupun persalinan dapat ditekan,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, peserta juga diberikan penjelasan mengenai sasaran program keluarga berencana, yakni pasangan usia subur berusia 15 hingga 49 tahun yang ingin menunda kehamilan, mengatur jarak kelahiran, maupun mengakhiri kehamilan sesuai dengan perencanaan keluarga.
Selain itu, Dr. Ferdinal memaparkan berbagai pilihan metode kontrasepsi yang dapat digunakan masyarakat sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing.
Metode tersebut meliputi metode amenore laktasi (MAL) bagi ibu menyusui, kondom, pil KB, suntik KB, implan atau susuk, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD), hingga metode kontrasepsi mantap berupa vasektomi pada pria dan tubektomi pada wanita.
Ia menjelaskan bahwa setiap metode kontrasepsi memiliki kelebihan dan pertimbangan tersendiri sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, serta rencana kehamilan pasangan.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum menentukan metode kontrasepsi yang akan digunakan.
“Kami mendorong masyarakat untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum memilih metode kontrasepsi agar manfaatnya optimal dan sesuai dengan kondisi masing-masing,” katanya.
Melalui penyuluhan tersebut, RS M. Djamil berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Kegiatan edukasi ini juga menjadi bagian dari komitmen RS M. Djamil dalam memperluas promosi kesehatan kepada masyarakat, sehingga informasi mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit, dan pelayanan kesehatan dapat diakses secara lebih luas serta mendorong masyarakat mengambil keputusan kesehatan yang tepat berdasarkan konsultasi dengan tenaga medis. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril