Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pilih Kontrasepsi sesuai Kondisi Kesehatan

Adriyanto Syafril • Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:20 WIB
RS M Djamil menggelar penyuluhan kesehatan bertema KB di Poliklinik Kebidanan, Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, beberapa waktu lalu. (DOK RS M DJAMIL)
RS M Djamil menggelar penyuluhan kesehatan bertema KB di Poliklinik Kebidanan, Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, beberapa waktu lalu. (DOK RS M DJAMIL)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Rumah Sakit (RS) M. Djamil Padang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi masy­a­rakat melalui kegiatan edukasi yang berkelanjutan.

Sebagai rumah sakit di ba­wah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, RS M. Dja­mil menggelar penyuluhan kesehatan bertema keluarga berencana (KB) di Poliklinik Kebidanan, Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Instalasi Humas dan Pro­­mosi Kesehatan tersebut diikuti oleh pasien, keluarga pa­sien, serta masyarakat yang te­ngah menunggu pelayanan ke­seha­tan di lingkungan rumah sakit.

Penyuluhan menghadirkan narasumber Dr. dr. Ferdinal Ferry, Sp.OG., Subsp. Obginsos, yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya program keluarga berencana sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu, anak, dan keluarga.

Dalam pemaparannya, Dr. Ferdinal menjelaskan bahwa keluarga berencana merupakan upaya untuk mengatur jumlah anak serta jarak kehamilan sehingga kesehatan ibu tetap terjaga, tumbuh kembang anak lebih optimal, dan kesejahteraan keluarga dapat meningkat.

“Keluarga berencana ada­lah upaya mengatur jumlah dan jarak kehamilan agar kesehatan ibu tetap terjaga, anak tumbuh optimal, dan kualitas hidup keluarga menjadi lebih baik,” ujar Dr. Ferdinal Ferry.

Ia menambahkan, program keluarga berencana tidak hanya bertujuan mencegah kehamilan ya­­ng tidak direncanakan, tetapi ju­ga memberikan berbagai man­faat bagi kesehatan ibu.

Menurutnya, penggunaan alat kontrasepsi secara tepat dapat membantu mencegah anemia, menjaga kesehatan organ reproduksi, mengurangi risiko perdarahan saat persalinan, meningkatkan akses ibu terhadap pelayanan kesehatan, serta mendukung terciptanya keharmonisan dalam keluarga.

“Melalui program keluarga berencana, ibu memiliki ke­sempatan mempersiapkan kehamilan dengan kondisi fisik yang lebih sehat sehingga risiko komplikasi selama kehamilan maupun persalinan dapat ditekan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, peserta juga diberikan penjelasan mengenai sasaran program keluarga berencana, yakni pa­sangan usia subur berusia 15 hingga 49 tahun yang ingin menunda kehamilan, mengatur jarak kelahiran, maupun mengakhiri kehamilan sesuai dengan perencanaan keluarga.

Selain itu, Dr. Ferdinal me­ma­parkan berbagai pilihan metode kontrasepsi yang dapat digunakan masyarakat sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing.

Metode tersebut meliputi metode amenore laktasi (MAL) bagi ibu menyusui, kondom, pil KB, suntik KB, implan atau susuk, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD), hingga metode kontrasepsi mantap berupa vasektomi pada pria dan tubektomi pada wanita.

Ia menjelaskan bahwa setiap metode kontrasepsi memiliki kelebihan dan pertimbangan tersendiri sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, serta rencana kehamilan pasangan.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum menentukan metode kontrasepsi yang akan digunakan.

“Kami mendorong ma­sya­rakat untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum memilih metode kontrasepsi agar manfaatnya optimal dan sesuai dengan kondisi masing-masing,” katanya.

Melalui penyuluhan tersebut, RS M. Djamil berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga sebagai bagian dari upa­ya menjaga kesehatan repro­duksi sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Kegiatan edukasi ini juga menjadi bagian dari komitmen RS M. Djamil dalam memperluas promosi kesehatan kepada masyarakat, sehingga informasi mengenai kesehatan repro­duksi, pencegahan penyakit, dan pelayanan kesehatan dapat diakses secara lebih luas serta mendorong masyarakat me­ngambil keputusan kesehatan yang tepat berdasarkan konsultasi dengan tenaga medis. (rel)

 

Editor : Adriyanto Syafril
RSUP Dr M Djamil Padang