Rosalina Mustika, putri pertamanya saat pemakaman di TPU Al Azhar, Karawang menyatakan bahwa Elly sudah lama sakit lambung. Seiring bertambah usia, kondisinya semakin lemah. Bahkan, sudah dua bulan terakhir ibunya itu hanya bisa mengonsumsi makanan cair.
”Makan bubur aja udah karena kondisi perutnya sudah tidak bisa menerima makanan padat,” jelas Rosalina.
Pada 6 Agustus lalu, kondisi kesehatan Elly semakin parah. Tubuhnya selalu merasa dingin layaknya sehabis disiram air. Dua hari selanjutnya, sekujur tubuh Elly kaku. Tak mau ambil risiko, keluarga membawanya ke RS MMC, Jakarta.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih dalam, rupanya Elly mengalami dehidrasi, kerusakan ginjal dan fungsi hati, juga terdapat gas di dalam perutnya. Setelah dilakukan berbagai tindakan, kondisi Elly tak kunjung membaik dan dipindahkan ke ruang ICU pada 22 Agustus. Sampai akhirnya, dinyatakan meninggal pukul 03.54.
Bagi Rosalina, Elly merupakan sosok perempuan dan ibu yang luar biasa yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Pernyataan itu juga disetujui artis Dorce Gamalama yang merupakan teman lama Elly.
”Uni Elly tidak tergantikan walaupun banyak penyanyi Minang lain. Dia sangat bisa dibanggakan atas semua karya dan perjalanan kariernya,” ucap Dorce yang kenal Elly sejak 1975 itu.
Begitu juga yang diucapkan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan sewaktu melayat di rumah duka di daerah Jakarta Pusat. ”Beliau pribadi yang selalu peduli. Termasuk pada masalah-masalah di Jakarta,” ujar mantan Mendikbud itu.
Elly meniti karier di dunia tarik suara sejak 1960. Hingga kepergiannya, setidaknya dia sudah merilis lebih dari 100 lagu. Paling hit di antaranya adalah Kasiah Tak Sampai, Ampun Mandeh, Langkisau, dan Cinto Ka Uda.
Pada 2017, Elly pernah menggelar konser Menjulang Bintang 57 Tahun Elly Kasim Berdendang yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM). Menghadirkan Titiek Puspa, Be3, Judika, dan Rancak Voice sebagai bintang tamu. Dia juga sempat terlibat dalam pertunjukan drama musikal Siti Nurbaya yang digelar Galeri Indonesia Kaya.
Selain sukses bermusik, Elly merintis karier sebagai pebisnis. Dia mengelola usaha yang bergerak di bidang pernikahan khusus adat Minang bernama Elly Kasim Collection. Usahanya itu dipercaya sebagai penyelenggara acara adat malapeh bujang dan malam bainai pasangan Lesti Kejora dan Rizki Billar. Serta, pihak yang menyediakan busana pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah.
Meninggalkan Duka Mendalam
Kepergian maestro lagu Minang ini menjadi kehilangan luar biasa bagi musisi, seniman, budayawan, dan masyarakat Sumbar. Sosok Elly Kasim berperan penting mengenalkan lagu Minang baik di Indonesia maupun internasional.
Pengamat musik sekaligus pencipta lagu Minang, Agus Taher kepada Padang Ekspres mengatakan, Elly Kasim adalah tokoh utama dalam kebangkitan musik dan lagu Minang di era modern. Banyak lagu-lagu, serta penyanyi yang bekerja sama dengannya sukses hingga saat ini.
Menurut dia, Elly Kasim tidak hanya piawai sebagai penyanyi, tapi juga sangat luar biasa dalam hal manajemen karirnya agar tetap berkibar dan eksis sampai saat ini.
Elly Kasim memiliki hal unik dan berbeda dibandingkan dengan penyanyi-penyanyi lainnya.
Satu hal yang paling menonjol dimiliki Elly Kasim adalah cara dirinya bernyanyi menggunakan perasaan dan penjiwaan luar biasa. ”Bahkan dengan ciri khasnya tersebut, Elly Kasim menjadi satu-satunya penyanyi Minang yang lagunya paling banyak diaransemen musisi lain sampai saat ini,” jelas Agus.
Elly Kasim juga bisa dikatakan satu-satunya penyanyi Minang yang tidak hanya dihormati sesama musisi, tapi juga pejabat atau orang penting lainnya baik di Sumbar maupun Indonesia. ”Ya, sebut saja para pejabat yang berteman baik dengan beliau seperti Azwar Anas, Sutiyoso, dan bahkan sampai menteri,” ungkapnya.
Pendiri Tanama Record, Musfar mengatakan, Elly Kasim berkontribusi besar membangkitkan kembali musik Minang dari keterpurukan pada tahun-tahun sebelumnya. ”Jadi, Elly Kasim ini menjadikan lagu Minang itu tuan rumah di rumahnya sendiri, dan ini mungkin tidak bisa dipungkiri,” jelas Musfar.
Momen terakhir Masfar bertemu dengan almarhumah Elly Kasim, yakni sekitar 4 bulan lalu. Waktu itu, dia dan Elly Kasim merencanakan project film dari judul lagu ”Cogok Mancogok”. ”Bahkan beliau sangat peduli dengan penyanyi Minang lain yang ditunjukkan dengan mengajak mereka bernyanyi di iven yang diselenggarakan di ibu kota,” ujarnya.
Terpisah, Ketua DPD Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Sumbar, Husin Daruhan kepada Padang Ekspres menyebut, Elly Kasim inspirator maupun motivator bagi penyanyi muda Minang.
”Bisa dikatakan beliau adalah legenda penyanyi Minang yang banyak membantu dalam memajukan lagu Minang di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. Husin berharap, ke depan muncul Elly Kasim-Elly Kasim lainnya yang dapat memajukan lagu dan membanggakan Minangkabau.
Peneliti musik pop Minang, Esha Tegar Putra memandang Elly Kasim sebagai penyaksi tumbuh kembangnya lagu Minang modern dari tahun 60 an sampai saat ini. Elly Kasim bisa menggambarkan bagaimana pola modernisasi lagu Minang.
”Perubahan pola modernisasi lagu Minang bisa dilihat dari lagu yang dibawakan oleh Elly Kasim. Penggambaran watak dan sikap orang Minang ada pada setiap lagu Elly Kasim,” kata Esha.
Elly Kasim bisa menjadikan lagu Minang sebagai perantara kerinduan antara perantau dengan kampung halamannya. ”Saya menganggap Elly Kasim sebagai diva lagu Minang. Hal itu tidak berlebihan jika dilihat dari karir yang dicapai almarhumah selama hidupnya,” ungkapnya.
Karir Elly Kasim tidak hanya sebatas di Sumbar dan Indonesia saja, tapi juga pernah berkarir di luar negeri dengan rekaman dan tampil di berbagai negara seperti Singapura dan negara lainnya. ”Mungkin bisa dikatakan sampai hari ini Elly Kasim lah penyanyi Minang yang bisa rekaman dan tampil di luar negeri,” ujar pengoleksi kaset tape radio tersebut.
Kesuksesan Elly Kasim sebagai legenda penyanyi Minang tidak lepas dari eksistensi dirinya dalam berkarya. Bahkan dengan usia yang tidak muda lagi, Elly Kasim masih mengeluarkan lagu-lagu di awal 2000-an. Meskipun Elly Kasim sudah dikenal sebagai penyanyi Indonesia, beliau tidak meninggalkan lagu-lagu Minang.
Di setiap kesempatan, dia selalu menyanyikan lagu Minang meskipun di skala nasional. ”Itu yang membuat lagu-lagu Minang bisa maju dan dikenal tidak hanya di rumah sendiri tapi di hampir seluruh daerah di Indonesia,” jelasnya.
Tidak hanya berhasil dalam karirnya, Elly Kasim juga turut berkontribusi dalam pengembangan dan pelestarian budaya Minangkabau dengan mendirikan sanggar Sangrina Bunda bersama suaminya.
Hal itu membuktikan kepedulian Elly Kasim tidak hanya memajukan lagu Minang, tapi juga melahirkan bakat-bakat atau talenta asli Minang agar bisa membanggakan daerah mereka masing-masing dan Indonesia. Kontribusi Elly Kasim tidak hanya berdampak terhadap kemajuan industri musik Minang, tapi juga berdampak positif terhadap budaya dan sejarah Minangkabau.
Budayawan Minang, Edi Utama mengungkapkan, karir Elly Kasim muncul pada saat kondisi Sumbar berada pada proses kemunduran sejarah dan budaya pasca-keberadaan PRRI. Di mana, orang Minang takut menunjukkan identitas keminangan mereka ke publik.
Namun, Elly Kasim muncul dengan suara emas dan lagu hitsnya untuk memberikan semacam semangat yang membangkitkan kembali budaya dan lagu Minang itu sendiri di Indonesia. ”Jadi, lagu yang dinyanyikan Elly Kasim ini bisa melepaskan kerinduan perantau Minang yang rindu akan kampung halamannya di Sumbar,” jelas Edi.
Edi menilai, satu hal yang bisa dilihat dari sosok Elly Kasim; Pertama, sebagai seorang seniman dia bisa eksis di berbagai lintas generasi mulai dari tahun 60-an sampai saat ini. Bahkan meskipun tidak muda lagi, namun penampilannya selalu prima.
”Kuncinya karena beliau bisa berkomunikasi dan menyentuh perasaan orang Minang, terutama dengan lagu-lagunya sehingga bisa eksis di berbagai lintas generasi,” ujarnya.
Lebih lanjut Edi menyampaikan, pelajaran hidup yang bisa diambil dari seorang Elly Kasim bagi generasi muda adalah kemampuan dirinya menghayati seluruh karya yang ia bawakan.
”Kemudian, kesungguhan, disiplin dan pantang menyerah yang selama ini dia tunjukkan, mestinya bisa menjadi pelajaran bagi musisi muda agar semangat berkarir di industri musik Minangkabau,” tukasnya.
Pekerja Keras
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah kemarin (25/8) langsung melayat ke rumah duka di Jalan Beton No 68 RT 08/RW 5, Kayuputih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Di hadapan para pelayat, gubernur mengatakan bahwa atas nama masyarakat, Sumbar turut berduka kehilangan tokoh seniman yang membesarkan nama daerah di pentas nasional dan internasional.
Menurut dia, sosok almarhumah Elly Kasim seniman yang dikenal baik masyarakat, baik dalam negeri dan luar negeri. Beliau telah mendedikasikan diri berkarya mengembangkan kesenian tradisional baik dengan lantunan suara bersyair lagu Minang maupun seni tari Minang.
Menurut Mahyeldi, sejarah mencatat perjalanan hidup Elly Kasim yang selalu bertahan mengembangkan dan menjaga kesenian tradisional Minang agar tetap lestari. ”Kami berharap generasi muda Minang juga dapat meneruskan karya-karya dan keinginan besar almarhumah agar dapat membanggakan Ranah Minang agar selalu dikenang dan diteruskan kepada generasi muda, ahli waris dan, masyarakat Minang,” imbau Mahyeldi
Elly Kasim adalah artis dan juga tokoh kesenian yang dikenal pekerja keras dan gigih mempromosikan gerakan sadar wisata bagi kaum generasi penerus. ”Kedekatan almarhumah dengan tokoh masyarakat dan para kaum elite politik, juga digunakan untuk melapangkan perjalanan pengembangan kesenian adat Minang di mana pun berada. Hal ini menunjukan eksistensi seorang Elly Kasim akan cintanya terhadap kesenian yang cukup populer di setiap daerah yang beragam budaya,” ujarnya
Keluarga dan masyarakat yang hadir, Mahyeldi, meminta untuk selalu mengingat pesan-pesan dan melanjutkan pemikiran dan karya-karya almarhumah saat masih hidup.
Sementara itu, Wagub Sumbar Audy Joinaldy menyebut, banyak kontribusi Elly Kasim terhadap kesenian Ranah Minang.
Bahkan, juga di bidang kebudayaan. Almarhum juga masih eksis di usia senjanya. ”Beliau legenda Sumbar, terutama di bidang seni khususnya musik. Sumbar sangat kehilangan seorang legend dan maestro,” pungkas Audy. (adt/wni) Editor : Novitri Selvia