Terlebih, wakil rektor III Unand ini, memiliki banyak pengalaman di dalam maupun luar kampus. Mengusung visi “Menjadi Universitas Terkemuka dan Bermartabat”, Nanuk—panggilan akrab Insannul Kamil—mendaftar didampingi beberapa pendukungnya.
Masing-masing, Feri Afrinaldi, Adek Tasri, Is Prima Nanda, Gunawarman, Rika Ampuh Adiguna, Alizar Hasan. Lalu, Taufik, Reinny Patrisina, Oknovia Susanti, Ilhamdi, Armijal, Berry Yuliandra, Yumi Meuthia, Elita Amrina.
Nanuk memaparkan secara rinci kondisi riil sekarang ini didasarkan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) 2020-2040. Sejauh ini, Unand masih berada tahap pertama (2020-2024).
Di mana, milestones yang ingin diraih Unand adalah, persentase mahasiswa asing mencapai 1%, suasana akademik mulai kental dengan atmosfir internasional; capaian peringkat dunia dengan target masuk 700 terbaik di dunia; sistem tatakelola telah terintegrasi penuh dengan sistem informasi manajemen.
Lalu, bidang riset unggulan Unand sudah terkonsolidasi dengan atmosfir riset dan inovasi yang baik, kegiatan penelitian telah fokus dan tersinergi dalam peta jalan penelitian unggulan yang ditujukan untuk menghasilkan output yang memberikan dampak dari deliveri hasilnya untuk masyarakat. Namun, berdasarkan data capaian Unand sejauh ini, terdapat beberapa hal yang mesti diperkuat ke depannya.
“Misalnya, bidang internasionalisasi. Di mana, jumlah mahasiswa asing (full time) Unand kurang 100 orang (Rektor Universitas Andalas, 2023), UI hampir 2.000 orang. Dosen asing Unand hanya 1%, UI sudah mencapai 29%. Rasio jumlah mahasiswa dengan jumlah dosen Unand sekitar 20 dan UI sekitar 7,” ujar Nanuk sewaktu mendaftar di sekretariat MWA Unand, kemarin (18/9).
Namun, tambah dia, pada bidang penelitian jumlah dokumen Unand di scopus per jumlah dosen adalah 2.4. UI hampir dua kali lipat Unand, 4.2. Sekitar 37% dari semua dokumen dosen Unand di scopus tidak mendapatkan sitasi. Angka ini tidak berbeda jauh dengan UI, sekitar 33%.
“Sedangkan capaian IKU Unand pada tahun 2023 cukup baik, bahkan ada beberapa IKU dengan capaian 100% dan banyak IKU yang melampui target. Tiga IKU yang tidak mencapai target adalah IKU 1 yang berhubungan dengan lulusan, IKU 2 yang berhubungan dengan MBKM, dan IKU 7 yang berhubungan dengan pembelajaran,” ujar dia.
Biar begitu, dia melihat Unand sudah mempunyai dasar yang kuat untuk dosen, penelitian, kurikulum dan pembelajaran, dan kerja sama. Dasar yang kuat ini yang perlu ditingkatkan sehingga Unand mampu sejajar dengan universitas-universitas ternama di Asia dan milestones pada Tahap 2 RPJP-nya dapat diraih.
Beranjak dari data-data itulah, Nanuk membagi program kerjanya kepada empat sasaran strategis dan dijabarkan dalam sejumlah program; Sasaran Strategis 1, meningkatkan nilai tambah ekonomi (income generating).
Di mana, program pertama Endowment fund Unand (IKU3, IKU4, IKU5), program kedua, utilisasi aset untuk menghasilkan pendapatan (aset fisik dan non-fisik) (IKU3, IKU4, IKU5). Lalu Sasaran Startegis 2, meningkatkan kualitas pembelajaran baik kurikuler maupun ekstrakurikuler.
Di mana, program pertama, peningkatan kemampuan tenaga pendidik (IKU3, IKU4, IKU5, IKU7, IKU8), program 2.2 perluasan akses dosen dan mahasiswa terhadap massive online open courses (MOOCs), seperti Coursera, Udemy, edX, dan akses mendapatkan sertifikasi profesi level internasional bagi dosen (IKU1, IKU3, IKU4).
Program ketiga, pengembangan kualitas dan internasionalisasi program studi, termasuk keterlibatan aktif Industrial Advisory Board dalam proses pendidikan (IKU1, IKU2, IKU6, IKU7, IKU8), program empat, penguatan program pascasarjana (IKU3, IKU5, IKU8).
Kelima, program 2.5 peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan, termasuk pustaka, pusat karir, dan safety (IKU1, IKU7, IKU8). Keenam, program marketing dan branding pendidikan di Unand (IKU1, IKU2, IKU3, IKU6).
Sasaran Strategis 3, meningkatkan kualitas dan relevansi penelitian dan pengabdian kepada masyrakat. Di mana, program pertama penguatan jejaring kerja sama penelitian (IKU3, IKU5, IKU6), kedua, program kedua, penguatan pusat studi dan kelompok penelitian (IKU3, IKU5), program ketiga, penguatan infrastruktur penelitian termasuk akses terhadap literatur ilmiah dan safety (IKU5, IKU8).
Program keempat, marketing dan branding penelitian unggulan Unand dan hasil-hasil yang telah diperoleh (IKU3, IKU5). Sedangkan Sasaran Strategis 4, meningkatkan kualitas tatakelola berbasis sistem informasi terintegrasi.
Di mana, program pertama, peningkatan kemampuan tenaga kependidikan (IKU6, IKU8), program kedua, penguatan tata kelola dan sistem manajemen berbasis sistem informasi terintegrasi (IKU6, IKU8). Lalu, program ketiga, peningkatan kualitas suasana kerja (IKU6, IKU8).
Menurut Nanuk, faktor penentu keberhasilan Unand lima tahun mendatang; Pertama, leadership dengan kualitas digital leadership; Kedua, income Unand harus mampu memanfaatkan aset yang ada; Ketiga, agility Unand harus menjadi institusi yang mampu beradaptasi terhadap perubahan dan mampu mengeksekusinya.
Keempat, trust bukan transactional Unand wajib membangun trust dengan semua stakeholdernya. Kelima, sistem informasi terintegrasi menjadi alat penting dalam tatakelola mulai dari perencanaan, operasional, dan evaluasi; Serta, sumber daya manusia dosen dan tenaga kependidikan adalah aset utama. (r) Editor : Novitri Selvia