Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Presiden Efek Milik Nasdem dan PKS di Sumbar

Novitri Selvia • Senin, 19 Februari 2024 | 09:46 WIB
Ilustrasi.(Jawapos)
Ilustrasi.(Jawapos)
Presiden efek masih diyakini terjadi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 di (Sumbar). Hal ini disampaikan pakar politik dari Universitas Andalas Asrinaldi, kemarin. Dia menilai, hasil Pemilu 2024 sama polanya dengan Pemilu 2019, ketika Gerindra menang di Sumbar.

Menurutnya, hal itu karena efek Prabowo Subianto yang ada dalam pikiran masyarakat Sumbar. “Ketika Pemilu 2024, Nasdem dan PKS diidentikan dengan ’partai’ Anies Baswedan. Jadi efek Anies diperoleh oleh kedua partai tersebut,” kata Asrinaldi.

Selain itu, caleg kedua partai tersebut juga figur yang diterima masyarakat, karena mereka adalah tokoh yang dianggap sejalan dengan impresi politik yang dimiliki Anies sebagai Capres.

Terkait kemenangan Anies-Muhaimin di Sumbar pada pilpres, Asrinaldi menilai masyarakat meyakini impresi politik kepada Anies lebih baik dari Prabowo. Sama halnya ketika impresi politik kepada Prabowo lebih baik ketimbang Jokowi pada Pemilu 2019.

“Impresi politik ini misalnya terkait dengan pemahaman masyarakat terhadap tingkat keberagamaan (Islam) Anies lebih baik dari Prabowo,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan Asrinaldi, dalam penilaian masyarakat Sumbar intelektualitas Anies lebih baik dibandingkan Prabowo. Kemudian kondisi ini juga dikaitkan agenda perubahan yang dibawa Anies.

“Tawaran agenda perubahan itu menurut masyarakat Sumbar akan menjadikan hidup mereka jadi lebih baik dan sejahtera. Dibandingkan kondisi status quo atau keberlanjutan yang ditawarkan Prabowo yang tidak menarik bagi masyarakat Sumbar,” beber Asrinaldi.

Pandangan yang sama juga diutarakan Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Adrian Tuswandi, kemarin. Menurutnya, suara Partai Nasdem sebagai yang teratas untuk DPR RI dan PKS untuk DPRD provinsi tidak lepas dari efek sosok Anies Baswedan yang diusung menjadi Capres pada Pilpres 2024.

“Pencalonan Anies sangat berpengaruh besar pada peningkatan suara Nasdem dan PKS di Sumbar. Begitu juga PKB. Selain itu, tentu saja berkat dari kerja keras Ketua DPW Fadli Amran dan Ketua DPW PKS Mahyeldi bersama para calegnya yang intens turun dan sosialisasi ke masyarakat,” kata Adrian Tuswandi.

Bukti kuatnya dominasi Partai Nasdem pada Pemilu 2024 di Sumbar, kata Adrian, terlihat dari berhasil lolosnya satu caleg di DPR RI Dapil II Sumbar yang sebelumnya tidak ada. Sedangkan di Dapil Sumbar 1, sebelumnya hanya satu kursi dan kini berpotensi dapat dua kursi.

Sementara PKB yang sebelumnya tidak ada kursi di DPR, kini juga memiliki peluang meraih satu kursi berkat ketua umumnya Muhaimin Iskandar jadi pendamping Anies di Pilpres.

“Dominasi Nasdem dan PKS juga terlihat di DPRD baik provinsi maupun kota. Banyak yang masuk dan mengalahkan calon petahana,” tambah Adrian.

Real Count KPU

Jika melihat dari update terakhir infopemilu.kpu.go.id hingga pukul 19.30 WIB, Sabtu (17/2), hasil hitung sementara untuk DPR RI Dapil Sumbar 1, perolehan suara Nasdem paling mendominasi. Yakni sebanyak 117.385 suara (18,6%). Lalu, disusul oleh Partai Gerindra sebanyak 99.391 suara (15,75%).

Di Dapil Sumbar 1 ini, Nasdem berpeluang besar mendapat dua kursi. Dari data sementara itu, kursi yang berpotensi lepas tersebut adalah milik Partai Amanat Nasional (PAN). Pasalnya, perolehan suara PAN hingga saat ini masih di peringkat keempat.

Berbeda lagi di Dapil Sumbar 2, dominasi suara malah dipegang oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan perolehan 60.145 suara (16,24%). Sedangkan diperingkat kedua diduduki oleh Partai Demokrat dengan perolehan 159.167 (15,97%). (lihat grafis)

Jika melihat update data sementara di InfoPemilu KPU itu, besar kemungkinan dapil ini tak mengalami perubahan besar perolehan kursi di Senayan. Sebab, hanya PPP yang tampak dalam tekanan berat atas lonjakan suara Partai NasDem di Dapil Sumbar 2 ini.

Sedangkan Partai Gerindra, PAN, Partai Demokrat, PKS, dan Partai Golkar, tampak masih mampu mempertahankan perolehan suaranya. Hanya saja, besar kemungkinan beberapa partai terjadi perubahan wakil di Senayan nantinya.

Misalnya PAN yang semula diisi Guspardi Gaus, berpotensi beralih ke Arisal Aziz. Lalu John Kenedy Azis yang mewakili Golkar dari Sumbar 2, bakal digantikan mantan Bupati Pasaman atau Caleg Partai Golkar nomor urut 2 Benny Utama.

Nah, bagaimana dengan kursi PPP? Sejauh ini, dari update data di InfoPemilu tersebut, yang paling potensial mengambil alih yaitu caleg Nasdem nomor urut 1 Cindy Monica Salsabila Setiawan. Sebab, perolehan suaranya membawa Nasdem untuk sementara jauh meninggalkan PPP.

Apakah PKB juga mendapat berkah “presiden efek”? Jika melihat real count KPU saat ini, belum ada gambaran kuat bagi PKB untuk mendapatkan kursi di Dapil Sumbar 1 ataupun Sumbar 2.

Contohnya di Dapil Sumbar 1, perolehan suara PKB masih pada urutan kedelapan. Terlebih lagi di Dapil Sumbar 2, PKB masih sangat jauh tertinggal perolehan suara sementaranya. Yakni di posisi kesembilan.

Untuk perebutan kursi di DPRD Sumbar, masih didominasi oleh PKS, Partai Gerindra, Golkar dan NasDem. Jika berbicara “presiden efek”, lagi-lagi perolehan suara PKB belum tampak memberikan perlawanan (lihat grafis). (esg/apg) Editor : Novitri Selvia
#JPS #Anies-Muhaimin #Asrinaldi #nasdem #gerindra #Adrian Tuswandi