Bak gayung bersambut, parpol-parpol yang kebagian kursi DPRD Payakumbuh 2004-2009, mulai melakukan penjaringan. Selain melalui parpol, kandidat juga bisa maju lewat jalur perseorangan. Syaratnya, cuma 10.247 dukungan. Inilah, peta awal Pilkada Payakumbuh 2024.
JIKA mengacu kepada hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, ada sembilan parpol yang memiliki 25 kursi DPRD Payakumbuh periode 2024-2029. Kesembilan parpol itu adalah Golkar (4 kursi), Nasdem (4 kursi), PKB (3 kursi), PKS (3 kursi), PPP (3 kursi), Demokrat (3 kursi), PAN (3 kursi), Gerindra (1 kursi), dan PBB (1 kursi).
Berdasarkan hasil rekapitulasi ini, menurut Ketua KPU Payakumbuh Wizri Yasir, tidak satupun parpol yang bisa mengusung sendiri bakal calon (balon) wako dan wawako. Karena syarat minimal adalah 20 persen dari jumlah kursi di DPRD.
“Paling banyak, parpol di Payakumbuh hanya dapat empat kursi di DPRD. Sedangkan untuk mengusung bakal calon wako dan wawako, syaratnya minimal adalah lima kursi. Tentu, parpol-parpol harus berkoalisi,” tekan Wizri Yasir.
PKB-PKS Mulai Menjaring
Sejauh ini, Partai Golkar, PKB, Partai NasDem, PKS, Partai Demokrat, dan PAN, sudah melakukan aksi nyata, dengan mengeluarkan surat tugas dan melakukan penjaringan. Baik secara terbuka maupun tertutup.
Sedangkan dua parpol, PPP dan PBB, akan membuka pendaftaran balon wako dan wawako dalam waktu dekat. Satu parpol lainnya, Gerindra, sedang menggodok mekanisme pencalonan dan menunggu instruksi dari DPD Gerindra Sumbar.
Ketua DPC PKB Payakumbuh Faisal Bukhari menyebut, partainya sudah menjaring 12 nama sebagai balon wako dan wawako. Ke-12 nama itu adalah Almaisyar Dt Bangso Dirajo Nan Kuniang, dr. Efriza Naldi SPOK, Erwin Yunaz, Isnaldi Muhammad Dini, Benny Warlis, dan Ahmad Ridha.
Kemudian, Jhoni Hendri, Supardi, Yendri Bodra Dt Parmato Alam, DR. Zulmaeta SPOG, Zeki Oktariza Karini Dt Paduko Sati Marajo, Falepi Mazni Dt Bandaro Nan Balidah, dan Ahmad Zifal.
“Semuanya sudah mendaftar dan mengembalikan formulir pendaftaran kepada pengurus DPC PKB. Nama-nama mereka juga sudah kita kirim kepada DPW PKB Sumbar dan DPP PKB. Nanti akan ada mekanisme lebih lanjut di PKB,” katanya Rabu (1/4).
Ketua PKS Payakumbuh Hamdi Agus menyebut, partainya tidak membuka pendaftaran balon wako dan wawako. Tapi, melakukan penjaringan, baik dari eksternal, maupun internal.
“Yang sudah berkomunimasi, dari eksternal PKS adalah Almaisyar Dt Bangso Dirajo Nan Kuniang, Jhoni Hendri, DR Zulmaeta, dan Isnaldi Muhammad Dini,” kata Hamdi Agus, Selasa (30/4).
Dari internal PKS, di antaranya Irsyad Syafar, Chaerul Anwar, Mustafa, Bhenni Warlis, dan Hamdi Agus sendiri. Selain itu, juga muncul dr Efriza Naldi, mantan Dirut RSUD Adnan WD yang juga pemilik RS Sukma Bunda.
“Selain calon eksternal dan calon internal, PKS tidak menutup kemungkinan dengan semua kandidat yang muncul saat ini. Termasuk dengan Pak Datuak Parmato Alam dan Pak Erwin Yunaz. Kita buka komunikasi dengan siapapun,” kata Hamdi Agus.
Demokrat, Nasdem, PAN masih Buka
Sementara itu, Ketua Partai Demokrat Payakumbuh Ridwan Sabirin menyebut, partainya sudah membuka pendaftaran balon sejak akhir April. Sejauh ini, baru tiga kandidat mengembalikan formulir. Yakni, Almaisyar Dt Bangso Dirajo Nan Kuniang, DR dr Zulmaeta, dan YB Dt Parmato Alam.
Selain ketiga nama ini, menurut Sekretaris Partai Demokrat Payakumbuh Adi Suryatama, ada satu nama dari internal Demokrat, Ridwan Sabirin. Namun, Ridwan belum berkomentar banyak soal nama dirinya.
Adik kandung mantan petinggi Freeport Nurhadi Sabirin Dt Aluh ini hanya menyebut, proses penjaringan masih berlangsung hingga 6 Mei 2024. “Kalau memang situasinya belum terlalu ramai, bisa jadi akan diperpanjang. Tapi itu menunggu instruksi dari DPP Partai Demokrat,” sebut Ridwan Sabirin.
Disisi lain, pengurus Partai Nasdem Payakumbuh Hendri Yanni Anwar Dt Rajo Imbang menyebut, Nasdem menerima pendaftaran balon dari 1 sampai 7 Mei 2024. Dalam rentang waktu itu juga, kandidat yang mendaftar, dibolehkan mengembalikan formulir.
“Pada hari pertama, sudah lima orang yang mendaftar dan mengembalikan formulir Partai NasDem. Yakni, Erwin Yunaz, DR Zulmate, Zekky Oktariza Karini Dt Paduko Sati Marajo, Falepi Mazni Dt Bandaro Nan Balidah, dan Seprianto Chaniago. Diperkirakan, kandidat yang mendaftar, masih akan bertambah,” ucapnya.
Ia menyebut, penjaringan Nasdem dilakukan secara profesional, independen, dan secara konstitusi partai. “Tak ada keberpihakan. Tidak ada perbedaan calon internal maupun eksternal,” tegasnya.
Sedangkan Ketua PAN Payakumbuh Gusti Putra mengatakan, PAN sudah membuka pendaftaran sejak pengujung April. Sampai 1 Mei 2024, sudah 12 orang mendaftar. Namun yang mengembalikan formulir, baru satu orang.
Adapun pendaftaran dan pengembalian formulir itu berlangsung sampai 6 Mei 2024. “Pada 7 Mei, dokumen dikirim ke DPW PAN Sumbar. 9 Mei, baru ke DPP PAN,” kata Gusti Putra.
Golkar Calon Tungggal, PPP-PBB-Gerindra Nyusul
Sementara itu, Ketua Partai Golkar Payakumbuh Yendri Bodra Dt Parmato Alam menyebut, DPD Partai Golkar tidak membuka pendaftaran, karena DPP Partai Golkar sudah mengeluarkan surat tugas tunggal terhadap dirinya selaku kader partai. Untuk itu, Parmato Alam juga sudah melakukan persiapan.
Dalam Pemilu 2024, Partai Golkar berhasil mendapatkan kembali kursi Ketua DPRD Payakumbuh. Namun, partai berlambang beringin ini tak bisa mengusung calon sendiri. Karena itu, ia bersama pengurus DPD Partai Golkar dan fungsionaris terpilih, sudah mulai membangun komunikasi dengan parpol lain, seperti PKB, PBB, PAN dan Demokrat.
“Yang pertama, PBB, PKB, dan insya Allah, dengan PAN dan Demokrat. Intinya, dengan seluruh parpol di Payakumbuh, kita siap bekerja sama,” kata Yendri Bodra Dt Parmato Alam.
Terpisah, Ketua PPP Payakumbuh Fitrayanto mengatakan, DPC PPP Payakumbuh, akan membuka pendaftaran pada 6 sampai 18 Mei 2024. Sedangkan Ketua PBB Payakumbuh Nasrul Tengku Beringin menyebut, meski PBB cuma punya satu kursi di DPRD, tapi PBB akan tetap membuka pendaftaran.
Sedangkan Ketua DPC Gerindra Payakumbuh Nurkhalis Dt Bijo Dirajo menyebut, Gerindra sudah meng-input masukan dari pengurus dan kader. “Saat ini, sedang menggodok teknisnya. Menunggu instruksi dari Ketua Gerindra Sumbar,” kata Nurkhalis.
Independen Butuh 10.247 Dukungan
Menurut Wizri Yasir, selain melalui partai politik, bakal calon wako dan wawako, bisa maju lewat jalur perseorangan atau independen. Di mana, untuk calon perseorangan atau calon independen ini, syaratnya adalah butuh dukungan minimal 10 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu sebelumnya.
“Adapun DPT Pemilu sebelumnya atau DPT Pemilu 2024 di Payakumbuh adalah sebanyak 102.468 pemilih. Berarti, untuk calon perseorangan dalam Pilkada Payakumbuh itu butuh minimal 10.247 dukungan masyarakat. Tersebar minimal di tiga kecamatan,” jelasnya.
Sampai akhir April 2024, sambung dia, belum satupun kandidat atau tim penghubung kandidat, yang mendatangi KPU Payakumbuh untuk berkonsulasi soal syarat dukungan calon perseorangan. Namun, KPU tetap menyiapkan jadwal, menerima penyerahan dukungan calon perseorangan, mulai 5 sampai 9 Mei 2024. (M. FAJAR RILLAH VESKY—Payakumbuh)
Editor : Novitri Selvia