Aksi saling sindir itu terjadi di podium ketika kedua pasang kandidat diberi kesempatan memberi sambutan oleh KPU Sumbar. Mereka diberi kesempatan berpidato setelah mendapatkan nomor urut melalui Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut.
Pada rapat pleno itu Mahyeldi-Vasko mendapatkan nomor urut 1 sedangkan Epyardi-Ekos mendapatkan nomor urut 2.
Pantauan Padang Ekspres, jelang menyampaikan kata sambutan, pendukung masing-masing paslon juga sempat “saling serang” yel-yel.
Hal ini terjadi berulang-ulang. Mahyeldi-Vasco mendapatkan kesempatan memberi sambutan terlebih dahulu, teriakan dari simpatisan paslon ini menggema di dalam ruangan.
“Sepengetahuan kami, yang juara itu nomor satu. Tidak ada duanya,” sindir Mahyeldi saat memberi sambutan di podium. Jelas kata-kata itu langsung ditujukan kepada rivalitasnya yang mendapat nomor urut 2.
Menurutnya, nomor urut yang didapatkan dirinya dan pasangannya sesuai dengan harapan masyarakat Sumatera Barat. “Ini sesuai dengan feeling kami, dan alhamdulillah, nomor 1 memang kita dapatkan,” katanya.
Sementara itu Vasko Ruseimy yang mendapat kesempatan berpidato di podium mengapresiasi KPU Sumbar karena telah sukses melaksanakan kegiatan pengundian nomor urut.
Ia menambahkan, dengan tagline Gerak Cepat untuk Sumbar, pasangan Mahyeldi-Vasko merupakan yang pertama kali mendaftar ke KPU. “Bahkan kita juga yang pertama kali menyatakan deklarasi,” pungkasnya.
Vasko berharap agar pilkada bisa berjalan damai, siapa yang terpilih nantinya bisa membangun Sumbar dengan lebih baik.
“Ya begitu kan Pak Epy, Bang Ekos. Semoga pilkada ini tidak ada dendam dan kita bisa saling berpelukan,” ujar Vasko yang langsung mengarahkan sambutannya ke pasangan Epyardi-Vasko.
Sementara itu, Epyardi Asda yang juga diberi kesempatan berpidato memulai sambutannya dengan semangat berapi-rapi.
“Seluruh masyarakat Sumbar sudah sepakat bahwa kita sudah bosan dengan kondisi saat sekarang ini. Apakah mau Sumbar tetap hancur, atau mau bangkit bersama kami,” ujar Epyardi Asda.
Ia menambahkan, pasangan Epyardi-Ekos ingin masyarakat Sumbar sejahtera dan bangkit bersama mereka. Karena itu ia mengajak masyarakat agar memilih pemimpin sesuai hati nurani.
“Jaga kebersamaan, siapapun yang menang itu yang diinginkan masyarakat Sumbar. Kami siap menang dan siap kalah. Insya Allah kami siap bekerja siang malam,” pungkas Epyardi Asda disambut riuh simpatisan mereka yang berada di dalam ruangan saat itu.
Namun semangat simpatisan itu ditimpali lagi oleh teriakan simpatisan Mahyeldi-Vasko. Pada momen itu, Ekos Albar tidak mendapatkan kesempatan memberikan sambutannya di podium karena KPU Sumbar memang membatasi durasi penyampaian pidato.
Usai penetapan dan penyampaian pidato di podium, kedua kandidat juga diberi kesempatan berbicara pada sesi jumpa pers.
Ekos Albar mengatakan Sumbar butuh perubahan dan mengajak pendukungnya untuk bersama-sama datang ke TPS untuk menyalurkan suaranya.
“Mari bersama-sama datang ke TPS dan itu adalah jalan kita untuk perubahan, semakin banyak yang datang semakin banyak peluang kita untuk menang,” pungkasnya.
Ketua KPU Sumbar Surya Efitrimen mengucapkan selamat kepada kedua pasangan calon. Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku dalam proses kampanye.
“Kami berharap kedua pasangan calon dapat menjalankan aturan, terutama dalam berkampanye, sehingga terwujud pemilu yang damai dan bermartabat,” ujarnya.
Selanjutnya, sesuai tahapan Pilkada 2024 setelah penetapan dan pengundian nomor urut paslon dilanjutkan dengan kampanye damai Pilkada Bermartabat tingkat Provinsi Sumbar di halaman Mapolda Sumbar.
“Pada hari berikutnya, Selasa (24/9/2024), KPU Sumbar bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar akan mengadakan deklarasi kampanye damai dan bermartabat,” tuturnya.
Petahana Siap Bertarung
Kemarin, KPU di 19 kabupaten dan kota di Sumbar juga menetapkan nomor urut pasangan calon. Di Padang, pasangan Fadly Amran-Maigus Nasir mendapat nomor urut 1, M Iqbal-Amasrul nomor urut 2 dan Hendri Septa-Hidayat nomor urut 3.
Fadly Amran menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi secara sehat.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan nomor urut 1. Kami mengapresiasi KPU Padang sudah melaksanakan pengundian nomor urut ini dengan sangat baik,” tuturnya.
Sementara itu, M Iqbal berharap nomor urut dua membawa keberuntungan. Dia pun mengajak masyarakat Padang untuk bersatu demi perubahan yang lebih baik.
“Kami siap berjuang untuk visi dan misi yang telah kami tawarkan kepada masyarakat,” ujar Iqbal.
Sedangkan Hendri Septa mengatakan nomor tiga menandakan kematangan. “Insya Allah, nomor ini memberikan keberkahan,” ungkapnya.
Di Kota Sawahlunto, petahana yang Deri Asta yang kini berpasangan dengan Desni Seswinari mendapat nomor urut dua. Mereka akan head to head dengan politisi muda Riyanda Putra-Jeffry Hibatullah yang menyadang nomor urut satu.
Riyanda menyatakan, nomor satu ini sebuah kode alam. Ia pun optimistis akan memperoleh kemenangan.
“Sudah masanya Sawahlunto dipimpin generasi milenial yang menginginkan perubahan dengan kerja keras. Kita tidak mungkin selalu menunggu, namun harus berinovasi dan bekerja keras,” ujarnya saat dipersilakan menyampaikan orasi singkat dihadapan puluhan masa pendukungnya.
Duet Deri Asta-Desni Seswinari menyatakan siap untuk melanjutkan suksesi kepemimpinan lima tahun mendatang di Kota Arang Berbudaya tersebut.
Dimana sebagai paslon petahana pihaknya merasa sudah cukup tahu dan faham tentang apa yang harus dilakukan demi kemajuan Kota Sawahlunto krdepan. “Hanya satu kata untuk kemajuan Kota Sawahlunto, yakni lanjutkan,” tegas Deri Asta.
Petahana lain yang juga akan kembali bertarung pada adalah Genius Umar di Kota Pariaman.
Kali ini dia akan berduet dengan M Ridwan dengan nomor urut satu. Mardison Mahyudin-Bahrul Anif (nomor urut dua) dan Yota Balad-Mulyadi (nomor urut tiga) sebagai penantang.
Pada kesempatan kemarin, Genius Umar dan Muhammad Ridwan menyetakan demokrasi adalah gagasan menjual ide. Semua bersaudara jangan saling menjelekan dan tujuan adalah melanjutkan pembangunan.
Sedangkan Mardison Mahyudin-Bahrul Anif menyebut angka dua adalah angka kemenangan. Bila terpilih Mardison Mahyudin menyebut akan memimpin masyarakat dengan kejujuran dan mensejahterakan masyarakat.
Sementara Yota Balad-Mulyadi akan bersama bersatu membangun masyarakat. Sesuai visi misi kota wisata kreatif berbasis agama. Membangun Pariaman menjadi kota yang hebat. (wni/eri/atn/nia)
Editor : Novitri Selvia