PADEK.JAWAPOS.COM-Antiklimaks. Begitulah kira-kira gambaran pertarungan Mahyeldi Ansharullah-Vasko Ruseimy kontra Epyardi Asda-Ekos Albar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumbar 2024. Mahyeldi pun semakin dekat pada periode keduanya menjadi gubernur Sumbar.
Meski hasil penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar belum keluar, setidaknya kemenangan pasangan nomor urut 1 Mahyeldi-Vasko tergambar dari hasil hitung cepat Voxpol Center. Pada pukul 21.10 kemarin, data Voxpol telah masuk 100 persen. Hasilnya, Mahyeldi-Vasko unggul 77,99 persen.
“Alhamdulillah, Mahyeldi-Vasko sementara unggul dalam hitung cepat. Ini mengindikasikan kemenangan sudah di depan mata,” ungkap Wakil Ketua Tim Pemenangan Mahyeldi-Vasko, Braditi Moulevey, kemarin.
Jika dipastikan menang, kata Wakil Ketua DPD Gerindra Sumbar itu, Mahyeldi-Vasko akan merangkul dan melibatkan semua pihak tanpa terkecuali demi pembangunan dan gerak cepat untuk Sumbar. “Itu sudah menjadi komitmen Mahyeldi-Vasko.
Tanpa merangkul semua pihak, cita-cita membangun dan membuat Sumbar bergerak lebih cepat itu akan sia-sia. Kemenangan ini adalah milik bersama, milik masyarakat Sumatera Barat,” katanya.
Dia menegaskan, perolehan suara dari real count menjadi penentu akhir. “Tugas kita adalah menjaga agar jangan sampai ada kecurangan,” tuturnya.
Meskipun hasil quick count menunjukkan pasangan Epyardi Asda-Ekos Albar hanya 22,1 persen suara, tim pemenangan pasangan nomor urut dua itu masih optimistis akan ada perubahan saat hasil resmi dihitung KPU.
Asnawi Bahar, salah seorang anggota tim sukses Epyardi-Ekos, berharap KPU bisa segera menyelesaikan penghitungan dengan cepat dan transparan. “Siapapun yang menang nantinya, harapan kami adalah agar mereka dapat membawa Sumbar ke arah yang lebih baik,” lanjutnya.
Asnawi mengungkapkan bahwa dinamika politik yang terjadi dalam pemilihan gubernur kali ini sangat tajam.
“Kami tahu ini adalah proses yang sangat dinamis. Hasil quick count memang menunjukkan perbedaan, namun kita masih menunggu hasil final yang akan diumumkan oleh KPU. Kami tetap optimistis meski posisinya masih jauh,” tekannya.
Pada akhirnya, Asnawi berharap bahwa siapa pun yang terpilih nantinya, baik itu pasangan Mahyeldi-Vasco atau Epyardi-Ekos, dapat membawa Sumatera Barat ke arah yang lebih baik.
“Kami semua ingin yang terbaik untuk Sumatera Barat. Kami akan terus bekerja keras, apapun hasil akhirnya, untuk kemajuan daerah ini,” tutup Asnawi Bahar.
Reakapitulasi Dimulai Hari Ini
Sementara itu, komisioner KPU Sumbar Ory Sativa Syakban mengungkapkan bahwa secara umum, pelaksanaan pemungutan suara kemarin berjalan lancar.
Hari ini, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan mulai menyelenggarakan tahapan rekapitulasi di tingkat kecamatan setelah kotak suara diterima dari seluruh TPS dalam wilayah kecamatan tersebut.
“Rekapitulasi di tingkat PPK berlangsung paling lambat hingga 3 Desember 2024. Setelah itu, rekapitulasi di tingkat KPU kabupaten dan kota dimulai dari 29 November hingga 6 Desember, dan rekapitulasi di tingkat provinsi direncanakan setelah semua kabupaten dan kota selesai menggelar rekap,” katanya, sembari mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu hasil resmi.
Fadly Amran Unggul
Untuk Pilkada Kota Padang, pasangan Fadly Amran-Maigus Nasir menglaim kemenangan dengan raihan 55,1 persen suara.
Dalam real count tim pemenangan nomor urut 1 itu, hingga pukul 20.00 WIB kemarin, pesaing mereka Muhammad Iqbal-Amasrul memperoleh 17,22 persen suara. Sedangkan paslon nomor urut 3 Hendri Septa-Hidayat 27,41 persen. Total suara masuk sebanyak 99 persen.
Dalam konferensi pers di NasDem Tower kemari, Fadly Amran menyebut, kemenangan mereka sebagai awal dari perjuangan untuk mewujudkan Kota Padang yang lebih baik. “Kami siap mewujudkan program unggulan yang sudah kami rancang dengan penuh komitmen,” ujarnya.
Fadly dan Maigus juga menegaskan bahwa tim pemenangan akan terus mengawal proses rekapitulasi suara yang berlangsung di tingkat kecamatan hingga pengumuman resmi oleh KPU.
“Kami percaya kepada penyelenggara pemilu, tetapi tetap akan mengawal setiap proses untuk memastikan hasilnya sesuai dengan suara rakyat,” kata mantan wali kota Padangpanjang tersebut.
Dia pun menekankan, kepemimpinan mereka akan inklusif dan terbuka terhadap kontribusi semua pihak, termasuk dari paslon lain. “Kami siap bersinergi dengan seluruh elemen, termasuk rekan-rekan dari paslon lain,” ujarnya.
Terpisah, calon wakil wali kota nomor urut 3 Hidayat mengajak untuk bersabar menunggu keputusan final. “Demi menghormati proses penghitungan yang resmi dari KPU Padang,” ucapnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, paslon nomor urut dua M Iqbal-Amasrul, yang salah satunya partai pengusungnya adalah PKS, belum mengeluarkan pernyataan.
Padang Eskpres telah berusaha menghubungi Ketua DPD PKS Kota Padang Muharlion melalui sambungan telfon serta pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini ditulis belum mendapatkan konfirmasi.
Ketua Divisi Teknis KPU Padang Arset Kusnadi mengatakan, penghitungan suara di TPS dilakukan pada pukul 14.00 WIB. Dimulai dari penghitungan suara pemilihan gubernur lalu dilanjutkan dengan wali kota.
Setelah penghitungan suara di tingkat TPS selesai, semua logistik dan hasil penghitungan suara di TPS langsung diantarkan ke kantor kecamatan.
Hari ini akan dilakukan rekapitulasi tingkat kecamatan secara serentak. Sedangkan tingkat Kota Padang direncanakan dimulai pada tanggal 3 Desember 2024. “Kita menargetkan rekapitulasi di tingkat kecamatan ini maksimal selesai dalam tiga hari,” tuturnya. (zul/shy/wni/cr1/eri)
Editor : Novitri Selvia