Laporan—Two Efly, Taeh Baruah
Tak butuh waktu lama bagi manajemen PT BPRS LPN Taeh Baruh untuk melakukan adjustment kerja dan usaha. Dalam rentang satu tahun, manajemen sudah mampu mencatatkan kinerja terbaik dan menghasilkan lompatan kinerja. Baik dari sisi kuantitas usaha maupun dari aspek kualitas usaha. Buktinya, seluruh indikator usaha bertumbuh doble digit dan rerata mencapai target sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB)
“Alhamdulillah, tahun pertama beroperasional dengan sistem Syariah secara penuh kita sudah mampu rebound dan mencatatkan kinerja positif. Seluruh indikator usaha kita bertumbuh. Tahun buku 2023 ini tercatat Total Aset sebanyak Rp44,25 Miliar, realisasi Pembiayaan sebanyak Rp36,53 Miliar, pencapaian Pendanaan sebanyak Rp28,28 Miliar dan laba bersih sebesar Rp619 Juta,’’ ujar Direktur Utama PT BPRS LPN Taeh Baruh Putra Edison kepada Padang Ekspres, kemarin.
Menurut Putra Edison, membaiknya kinerja usaha di tahun 2023 ini tak terlepas dari kerja keras manajemen dengan team work yang ada. Sejumlah target kinerja yang sudah disepakati dalam RBB diupayakan pencapaiannya di lapangan. Alhamdulillah, keinginan dan kerja keras itu membuahkan hasil.
Aset dan Pendanaan
Dari audit yang dilakukan Akuntan Publik Drs. Afrizal SY, per 31 Desember 2023 tercatat Total Asset PT BPRS LPN Taeh Baruh sebesar Rp44,25 Miliar. Jika dikomparasikan dengan realisasi Asset tahun 2022 yang lalu Rp37,02 Miliar maka realisasi asset tahun 2023 bertumbuh sebesar 19,53 persen.
Selama tahun 2023 tercatat Total Pendanaan yang mampu dihimpun sebanyak Rp 28,28 Miliar atau tumbuh 7,57 persen dibandingkan Pendanaan tahun 2022 yang lalu (year on year). Total Pendanaan sebanyak Rp 28,28 Miliar ini terdiri dari Tabungan Wadiah sebenar Rp 1,42 Miliar, Tabungan Mudharabah sebanyak Rp 21,05 Miliar dan Deposito Mudharaba sebesar Rp 5,81 Miliar.
“Untuk pendanaan, PT BPRS LPN Taeh Baruh juga sudah memiliki jaringan kemitraan dengan sebuah lembaga Financial Teknologi PT. Komunal Sejahtera Indonesia, tentunya ini menjadi peluang sumber dana pada saat kita membutuhkan dana untuk pembiayaan maupun untuk kebutuhan likuiditas bank,” ujar Putra Edison.
Pembiayaan dan Pendapatan
Berbeda dengan Pendanaan, kinerja Pembiayaan PT BPRS LPN Taeh Baruh tahun buku 2023 jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2023 tercatat total Pembiayaan yang mampu disalurkan kepada nasabah sebanyak Rp 36,53 Miliar. Realisasi Pembiayaan ini secara year on year bertumbuh sebesar 42,70 persen.
Dari beberapa bentuk produk Pembiayaan, produk yang paling diminati adalah Pembiayaan Murabahah dengan nilai Rp 32,8 Miliar. Setelah itu disusul Pembiayan Multijasa sebesar 2,71 Miliar dan Pembiayaan Musyarakah sebanyak Rp 1 Miliar. Bertumbuh siginifikannya pembiayaan tentulah berdampak pada Pendapatan. Pendapatan dari dana yang disalurkan sepanjang tahun 2023 tercatat sebanyak Rp 4,82 Miliar. Pendapatan ini secara year on year bertumbuh 116,71 persen.
“Untuk Pembiayaan PT BPRS LPN Taeh Baruh juga sudah mulai ikut serta melakukan pembiayaan bersama (Sindikasi) dengan sindikasi perdana pada bulan Desember 2023 yang bergabung dengan beberapa BPRS di Sumbar dan BPRS di pulau jawa yang sama sama berada satu payung di bawah Asosiasi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Indonesia (Asbisindo),” ucap Putra Edison.
Buka Kantor Cabang
Dalam upaya perluasan pasar dan layanan, maka pada pertengahan tahun 2023 PT BPRS LPN Taeh Baruh telah membuka kantor cabang perdana di Kota Payakumbuh. Pembukaan kantor cabang ini berjalan dengan baik dan mencatatkan kinerja yang di luar dugaan.
“Alhamdulilah cabang perdana kita di Kota Payakumbuh telah mulai beroperasional sejak awal Mei 2023 dan dapat berjalan serta berkembang dengan baik. Investasi yang dilakukan dapat berkembang dan hebatnya lagi dalam waktu 7 (tujuh) bulan kantor cabang tersebut telah berkontribusi yang sangat besar dalam mendongkrak pembiayaan sehingga juga telah mampu mencatatkan laba pada akhir tahun 2023,” ujar Putra Edison.
NPF dan BOPO
Selain bagus secara kuantitas usaha, kualitas usaha PT BPRS LPN Taeh Baruh tahun buku 2023 juga terlihat bagus. Sejumlah indikator rasio keuangan tercapai dengan baik. Misalnya ratio tata kelola usaha dengan indikator efisiensi dan efektifitas biaya. Per 31 Desember 2023 tercatat realisasi Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 86,41 persen. Capaian BOPO ini terbilang bagus untuk BPRS karena musti bersaing ketat dalam menghimpun dana.
Begitu juga dengan Pembiayaan. Walau terpantau mampu melakukan ekspansi namun prinsip kehati-hatian dalam mendistribusikan Pembiayaan tetap dijalankan. Buktinya realisasi Non Perfomance Fund (NPF) atau kredit bermasalahnya terbilang kecil dengan realisasi 1,04 persen dari total Pembiayaan.
Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, PT BPRS LPN Taeh Baruh merupakan salah satu BPR yang melakukan konversi tahun 2022 yang lalu. Sebelum beroperasional dengan system syariah, BPRS ini memulai usaha dengan system konvensional. Selama beroperasional dengan system konvensional BPR LPN Taeh Baruh ini mencatatkan banyak prestasi. Mulai dari Infobank Award hingga pernah mendapat apresiasi dari OJK sebagai BPR dengan kinerja terbaik. Walau baru satu setengah tahun beroperasional secara syariah, PT. BPRS LPN Taeh Baruh telah mendapat award dari DPP Asbisindo sebagai BPRS terbaik ke-3 secara nasional dalam bidang tata kelola.
“Atas nama manajemen kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung PT BPRS LPN Taeh Baruh ditahun 2023 ini. Semoga saja dengan dukungan itu kami di BPRS LPN Taeh Baruh bisa lebih baik lagi kinerjanya ditahun 2024 ini”, tukas Putra Edison. (***) Editor : Hendra Efison