Bootcamp terbagi atas 2 hari. Hari pertama terdiri atas 6 pelatihan dengan topik pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, branding dan marketing, digitalisasi, ekspor, dan legalitas.
Cakupan materi yang diberikan cukup komprehensif dan diharapkan dapat menjadi strategi dan upaya yang tepat untuk standarisasi kompetensi pengusaha UMKM.
“Menteri kita sangat peduli terhadap keberlangsungan pengusaha UMKM lokal. Pak Erick selama menjabat 5 tahun terakhir ini telah banyak mengembangkan program dan wadah UMKM. Per Agustus 2024 ini sudah ada 225 Rumah BUMN,” ungkap Arya Sinulingga, selaku Staf Khusus III Menteri BUMN, yang turut hadir memberikan keynote speech pada hari pertama.
Acara dihadiri oleh pengusaha dan fasilitator dari area Medan, Bengkulu, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Aceh, Bangka, Jambi, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Sebagian peserta merupakan pengusaha muda dengan kisaran usia 20-40 tahun. Pelatihan Aplikasi Naksir UMKM perdana dilakukan di Kota Medan, disusul di Kota Jakarta, dan Manado.
BUMN yang hadir pada Master Trainer Bootcamp BUMN di Kota Medan terdiri atas; Telkom, BRI, PLN, Mandiri, BNI, Pertamina, PTPN IV, BTN, PUSRI, PTBA, INALUM, Timah dan Semen Baturaja.
Ke depannya diharapkan partisipasi BUMN semakin tinggi agar kurikulum UMKM melalui aplikasi Naksir dapat dimanfaatkan oleh Rumah BUMN, dan pengusaha lokal di seluruh Indonesia. (*)
Editor : Hendra Efison